Imuk Kembangkan Dendeng Jantung Pisang
Kota satelit, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh yang dikenal sebagai produsen kopi, kini mulai melebarkan sayap
* Tahun Ini Mulai Diproduksi
BANDA ACEH - Kota satelit, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh yang dikenal sebagai produsen kopi, kini mulai melebarkan sayap dengan mengembangkan dendeng jantung pisang. Ie Masen Ulee Kareng (Imuk), salah satu desa di Ulee Kareng akan mengembangkan kembali makanan tradisional itu pada tahun ini.
Jamaluddin, Kepala Desa (Kades) Ie Masen Ulee Kareng, Sabtu (10/1) menyatakan makanan tradisional ini, dendeng jantung pisang memiliki kekhasan sendiri. Dia menilai, dengan bahan baku mudah didapat, maka sangat memungkinkan untuk menggerakkan kembali makanan itu yang pernah mendapat penghargaan nasional.
“Pengembangan dendeng jantung pisang dilakukan oleh kelompok perempuan dan direncanakan mulai diproduksi tahun ini sebagai makanan khas daerah,” ujarnya. Dia berharap, melalui dukungan semua pihak, terutama dinas terkait, maka rencana ini akan segera diwujudkan.
Dia menjelaskan sumber daya manusia (SDM) yang akan menangani pengembangan dendeng jantung pisang sudah ada, termasuk melatih anggota kelompok perempuan lainnya. “Kami sudah membentuk beberapa kelompok perempuan yang akan mengembangkan jenis usaha masing-masing,” ujarnya.
Dikatakan, selain dendeng jantung pisang, juga ada kelompok perempuan yang akan bergerak dalam bidang pembuatan kain kasab, bordir, kue, menjahit sampai produk minuman Nata de Coco. Jamaluddin mengungkapkan program peningkatan perekonomian perempuan ini akan terus diperkuat, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi keluarga.
Dia menjelaskan untuk tahap awal ini, akan dibuka gedung untuk usaha kelompok perempuan di area komplek meunasah desa. Jamaluddin mengungkapkan Walikota Banda Aceh juga sudah menyetujui untuk memberi bantuan bagi usaha kelompok perempuan seusai meresmikan pembukaan Musrena (Musyarawarah Rencana Aksi) Balee Inong di meunasah desa pada Rabu (7/1).
Selain itu, Jamaluddin juga menyinggung tentang penataan kembali pemakaman yang selama ini berada di sekitar rumah warga. Dia berharap, dengan selesainya komplek pemakaman bagi warga Ie Masen Ulee Kareng, maka diimbau untuk tidak lagi menggunakan pemakaman keluarga, tetapi pemakaman umum yang telah dipersiapkan.
Anggota Partai PPP Banda Aceh itu menyatakan kawasan Ie Masen Ulee Kareng yang berada di seputaran pasar Ulee Kareng sudah memiliki nilai ekonomis. Apalagi, jika rencana perluasan pusat pasar Ulee Kareng jadi dilaksanakan, maka bukan hanya jadi kawasan pemukiman, tetapi juga pertokoan nantinya,” tandasya.(muh)
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |