90 Persen PNS di Setwan Aceh Timur Bolos
Hasil Inspeksi mendadak (Sidak) Bupati Aceh Timur, Hasballah HM Thaib yang akrap disapa Rocky ke Sekretariat Dewan
* Bupati Mengaku Kecewa
IDI – Hasil Inspeksi mendadak (Sidak) Bupati Aceh Timur, Hasballah HM Thaib yang akrap disapa Rocky ke Sekretariat Dewan (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Selasa (24/2) menemukan 53 dari 59 Pegawai Negeri Sipil (PNS) tidak masuk kerja. Kondisi itu membuat membuat orang nomor satu di Aceh Timur itu geram dan kecewa sekali, karena perintahnya agar para pegawai menetap di kawasan kabupaten itu tidak berjalan maksimal.
Kepada wartawan seusai sidak ke Setwan, Hasballah mengaku sangat kecewa terhadap banyaknya pegawai yang bolos di Setwan. Padahal soal kedisiplinan pegawai itu sudah sering disampaikannya dalam setiap pertemuan. Bukan hanya itu, Hasballah juga sejak awal memimpin Aceh Timur telah mengeluarkan instruksi agar semua pegawai di jajaran Setdakab Aceh Timur, harus menetap di kabupaten tersebut.
Disebutkannya, dalam sidak sejak pukul 08.00 WIB–08.45 WIB di gedung DPRK itu hanya dihadiri enam orang pegawai saja dari total pegawai 59 orang.
“Saya sangat kecewa dengan kinerja PNS di Setwan, karena lebih banyak yang tak masuk kerja dari ada yang kerja. Buruk sekali kedisiplinan PNS dan ini harus diberi sanksi,” kata Bupati Aceh Timur tersebut kepada wartawan seiang kemarin.
Karena itu, Bupati Hasballah memerintahkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Aceh Timur untuk melakukan evaluasi terkait disiplin PNS dan mencatat bagi PNS yang malas masuk kerja dan bagi mereka yang masih berdomisili di Kota Langsa.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Aceh Timur, Drs Zahri MAP yang ikut dalam sidak itu juga mengaku heran dengan minimnya pegawai di Setwan yang masuk kerja. Bahkan Zahri mengaku segera menindaklanjuti hasil sidak bupati tersebut.
“Saya akan koordinasi dengan BKPP untuk menerapkan kedisiplinan pegawai ini. Minimal di Setwan juga harus segera dipasang absensi elektrik wajah sebagaimana di SKPK lainnya di Aceh Timur,” pungkas Zahri. Namun, Zahri yang dikonfirmasi ulang Serambi sore kemarin menyebutkan, dirinya belakangan mendapat laporan keterlambatan para pegawai di Setwan masuk kerja itu, karena mobil milik Pemkab Aceh Timur mengangkut mereka dari Langsa mogok di Peureulak. Sehingga, sekitar pukul 10.00 WIB para pegawai itu tiba di tempat kerja. Karena itu pula, Bupati Atim berkomitmen dalam hal pengadaan bus baru untuk pegawai. Apalagi sejumlah armada milik Pemkab Atim yang telah rusak. “Jika hal itu direalisasikan, maka akan bertolak belakang dengan instruksi Pak bupati yang meminta pegawai menetap di Aceh Timur,” ujar seorang tokoh pemuda dari Peureulak kepada Serambi kemarin.(yuh/mis)