Senin, 11 Mei 2026

Persaingan di Grup L Sengit

Persaingan di Grup L babak delapan besar kompetisi divisi utama Pengcab PSSI Pidie semakin sengit

Tayang:
Editor: bakri
STRIKER PSIS Caleue berusaha melewati pemain bawah PSKTS Kembang Tanjong dalam pertandingan babak delapan besar Divisi Utama PSSI Pidie, di Stadion Kuta Asan, Sigli, sore kemarin. Laga tersebut berakhir tanpa gol. SERAMBI/IDRIS ISMAIL 

* Kompetisi Divisi Utama PSSI Pidie

SIGLI - Persaingan di Grup L babak delapan besar kompetisi divisi utama Pengcab PSSI Pidie semakin sengit. Karena, duel PSIS Caleue melawan PSKTS Kembang Tanjong berakhir imbang 0-0 di Stadion Kuta Asan, Sigli, petang kemarin.

Hingga melakoni dua partai, dari empat konsestan di grup tersebut belum ada yang pasti lolos ke semifinal. Keempat kesebelasan sama sama memiliki peluang untuk maju ke babak empat besar. Karena itu mereka harus memastikan nasib di pertandingan terakhir. Tak pelak, hanya ada satu kata saling menjegal.

Kini, Bintang Remaja Tangses bercokol di peringkat pertama dengan nilai empat. Guna memastikan lolos, mereka cukup menahan seri tim PSIS Caleue. Sementara pemain PSIS di posisi kedua, juga memiliki kesempatan melaju. Syaratnya, anak-anak Caleue wajib menang dalam partai hidup-mati ketika bertemu Tangse. Jika draw, PSIS otomatis tersisih.

Satu tiket pastinya akan diperebutkan oleh PSKTS dengan UMS Mila. Kembang Tanjong cukup bermain imbang sembari mengharapkan skuadra PSIS takluk di tangan Bintang Remaja Tangse. Pun begitu, UMS Mila tetap punya kans untuk lolos dengan syarat harus sukses menghajar

Kembang Tanjong. Praktis perebutan dua tiket ke semifinal di grup ini layak untuk ditonton. Duel PSKTS versus PSIS berlangsung ketat sejak pluit pertama melengking. Aksi saling tukar serangan semakin ketat terjadi di lapangan hijau. PSKTS yang mengandalkan Rian Fandi, Rahmat dan Aris di lini depan berulang kali menebar ancaman ke gawang PSIS. Tapi, derasnya serangan yang dilancarkan anak-asuh Fauzi Harfa-Abdullah Daud belum mampu mencabik gawang lawan.

Tercatat beberapa peluang dimiliki Aris dkk. Lemahnya penyelesaian akhir sehingga Nasriadi, kiper PSIS dengan mudah mengatasi setiap serangan. Sia-sia perjuangan anak-anak Kembang Tanjong di paroh babak pertama. Sebaliknya, PSIS mengandalkan serangan melalui kolaborasi Musafir, Safrizal dan Afriadi juga mencatat sejumlah peluang. Tapi, Musafir dkk gagal menyelesaikan penyelesaian akhir. Jeda babak pertama kedua gawang tetap ‘perawan’.

Di paroh babak kedua, PSKTS dan PSIS kembali terlibat dalam aksi jual beli serangan. Pelatih plus manejer kedua tim terus memberikan motivasi kepada pemain. Namun, permainan kedua tim tidak berubah. Sehingga si kulit bundar lebih dominan bertahan di lapangan tengah. Hanya sesekali bola menyasar ke pertahanan bawah kedua tim.

Tapi, masing-masing pemain tidak mampu memamfaatkan peluang di depan mata. Waktu terus bergulir, stamina pemain kedua tim sudah terkuras. Tak heran, irama permainan tidak berkembang. Kondisi itu memantik kemarahan pelatih. Lebih-lebih PSKTS Kembang Tanjong yang berambisi untuk menang. Kendati para pelatih telah memberikan semangat, tapi pemain belum mamu mencetak gol. Sampai pluit terakhir dilengkingkan wasit, hasil tetap kacamata.(naz/c43)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved