Warga Minta Dua Jembatan Dibangun
Warga Gayo Lues (Galus) dan Aceh Timur meminta pemerintah segera membangun jembatan permanen untuk memudahkan
* Menghubungkan Galus dan Aceh Timur
BLANGKEJEREN - Warga Gayo Lues (Galus) dan Aceh Timur meminta pemerintah segera membangun jembatan permanen untuk memudahkan hubungan lalulintas antarkedua kabupaten ini, yaitu jembatan Sungai Aih Putih, Kecamatan Pining, Galus dan Sungai Kolon Lelis, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur.
Tokoh pemuda Lokop, Aceh Timur, Adi menyampaikan hal ini kepada Serambi, Minggu (29/3). Menurutnya, jembatan ini segera harus segera dibangun, apalagi baru-baru ini sudah mulai ada sebagian kecil L300 melayani transportasi melalui dari Galus hingga Kuala Simpang, Aceh Tamiang dan sebaliknya.
Adi khawatir, jika jembatan ini tak diperbaiki, mengakibatkan lintasan ini sulit dilalui yang juga berdampak terhadap mahalnya ongkos angkutan L300, bahkan L300 yang sudah mulai mengangkut penumpang di lintas ini terancam tak beroperasi lagi.
Adapun seorang warga Pining meminta selain dibangun jembatan permanen di sungai tersebut, pemerintah juga perlu melakukan pengerasan dan pengaspalan jalan yang menghubungkan kedua kabupaten ini. “Warga sangat mendesak agar Pemerintah Aceh membangun jembatan permanen dan jembatan box curvert di lintas tersebut,” kata seorang warga, Amin.
Amatan Serambi, selama ini warga hanya bisa mengandalkan jembatan darurat saat melewati jembatan Sungai Aih Putih. Jembatan dari balok batang kayu itu dibangun masyarakat Pining bersama warga Lelis, beberapa waktu lalu. Namun, ketika musim hujan, jembatan kerap tak bisa dilintasi karena meluapnya air sungai.
Masih menurut amatan Serambi yang melintasi perjalanan dari Galus ke Aceh Timur melalui jalur ini, selain di Sungai Aih Putih dan Sungai Kolon Lelis, Kecamatan Serba Jadi, Aceh Timur, masih dibutuhkan beberapa jembatan box curvert. Pasalnya masih banyak dijumpai sungai dan alur kecil yang sulit dilintasi kendaraan. (c40)