Senin, 11 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Gubernur Aceh Mualem: JKA Macam Biasa, Cuma Kita Evaluasi Sebentar

Hanya saja, kata Mualem, saat ini pihaknya sedang melakukan sejumlah evaluasi agar program tersebut berjalan lebih tepat sasaran dan tidak merugikan

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
BIRO ADPIM SETDA ACEH
MENYAMPAIKAN SAMBUTAN – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem menyampaikan sambutan saat silaturahmi bersama para ulama Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan program JKA tetap berjalan dan tidak dihentikan oleh Pemerintah Aceh.
  • Evaluasi dilakukan untuk membenahi data penerima JKA karena masih ditemukan data tidak akurat, termasuk warga yang telah meninggal masih tercatat sebagai peserta.
  • Mualem menyebut keuangan Aceh turun dari sekitar Rp20 triliun menjadi Rp11 triliun, namun optimistis kondisi akan kembali normal pada 2027.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem kembali menegaskan bahwa pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan seperti biasanya.

Hanya saja, kata Mualem, saat ini pihaknya sedang melakukan sejumlah evaluasi agar program tersebut berjalan lebih tepat sasaran dan tidak merugikan keuangan Aceh

“JKA itu macam biasa, cuma kita evaluasi sebentar. Bahwasanya kita tertibkan karena duit kita sudah kurang,” kata Mualem usai silaturahmi bersama para ulama Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (9/5/2026). 

Menurut Mualem, evaluasi yang dilakukan pihaknya lebih menyasar pada keakuratan data penerima JKA. Karena selama ini terdapat ketidakjelasan mengenai data warga Aceh yang terlayani oleh JKA

Bahkan, kata Mualem, selama ini data orang yang sudah meninggal dunia juga masih masuk dalam tanggungan pembayaran premi JKA.

“Ini mana data orang mati pun enggak tahu, enggak jelas. Ini yang perlu kita evaluasi, jangan asal ambil saja, pasoe lam bheb (masukkan dalam saku),” kata Mualem.

Baca juga: Dosen Hukum Unimal Soroti Kisruh JKA, Nilai Wakil Rakyat Lemah Kawal Aspirasi Masyarakat

Sebelumnya, di hadapan para ulama Mualem menegaskan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menangguhkan JKA. Namun, karena kondisi keuangan Aceh yang tidak stabil, membuat pihaknya untuk melakukan evaluasi. 

“Pu yang terjadi bak geutanyoe mungken dalam beberapa kurun saat ini, nyan adalah seperti mana tanyoe teupu nyan kon, antara laen lage desas desus JKA.

Bagi kamoe Pemerintah Aceh hana bacut pih untuk ta seumate peng JKA. Jadi abon, abu dan teungku ban mandum, tanyoe jino ka kewalahan.

Dari baroe kon, kureng bacut Rp20 triliun anggaran. Jinoe Rp11 triliun, jadi seteungoh peng yang hana,” 

(Apa yang terjadi saat ini, tidak seperti yang tersebar belakangan ini seperti desas desus JKA.

Bagi kami Pemerintah Aceh tidak bermaksud untuk mematikan uang JKA. Jadi abon, abu, dan teungku semuanya, kita sedang kewalahan.

Dari anggaran Aceh Rp20 triliun. Sekarang tersisa Rp11 triliun, jadi setengah uangnya tidak ada lagi)

Baca juga: Pasien Cuci Darah &Jantung tak Dilayani BPJS Pascaperubahan Desil JKA, Haji Uma Lapor Pusdatin Kesos

“Istilah geutanyoe kheun, tatarek ule ka teuhah ikue, tatarek ikue ka teuhah ule, jadi menan lah,” lanjut Mualem.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved