Senin, 11 Mei 2026

Tafakur

Penguasa Bertanggungjawab

Kisah penguasa yang bertanggungjawab di masa lampau bagaikan oase di tengah gurun yang tandus

Tayang:
Editor: bakri

Oleh Jarjani Usman

“Seandainya ada anak kambing yang mati di tepi sungai Eufrat, maka Umar takut diminta pertanggungjawaban oleh Allah SWT” (Umar bin Khattab r.a.).

Kisah penguasa yang bertanggungjawab di masa lampau bagaikan oase di tengah gurun yang tandus. Ia menjadi tempat melepaskan dahaga bagi umat yang haus akan hal seperti itu. Seperti teladan hidup Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang senantiasa takut kepada Allah sehingga selalu menjaga diri agar tidak mengambil yang bukan haknya, walaupun harta negara.

Di antaranya sengaja mematikan lampu yang dibiayai negara di saat anaknya datang untuk membicarakan hal yang berkenaan dengan kepentingan pribadinya. Semua itu dilakukan karena beliau takut menggunakan yang bukan haknya, sehingga akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Rasa takut melakukan dosa adalah pertanda orang yang bertaqwa.

Bayangkan dengan ulah sebahagian kita ketika berkuasa di zaman sekarang. Berbagai macam fasilitas negara digunakan untuk kepentingan pribadi. Bahkan ada yang tak mau mengembalikannya, meskipun sudah tak menjabat lagi.

Demikian juga dengan tugas negara yang sesungguhnya bisa dilakukan satu atau dua orang saja, malah sengaja dilakukan beramai-ramai. Akibatnya, terjadi pemborosan uang negara untuk berbagai ongkos perjalanan dan berbagai biaya lainnya pada satu bidang saja. Sedangkan banyak permasalahan umat di bidang lain kurang mendapat perhatian.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved