12 Bilik Santri Terbakar
Sebanyak 12 bilik (kamar) santri di Dayah Darut Thalibin Desa Mesjid Baro, Kecamatan Samalanga, Bireuen, kemarin sekitar pukul 12.00 WIB
BIREUEN - Sebanyak 12 bilik (kamar) santri di Dayah Darut Thalibin Desa Mesjid Baro, Kecamatan Samalanga, Bireuen, kemarin sekitar pukul 12.00 WIB terbakar. Sementara di Aceh Utara, satu rumah semipermanen di Desa Cot Euntung, Kecamatan Nisam, Rabu (29/4) pagi sekitar pukul 03.00 WIB juga hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa pada kejadian di lokasi tersebut.
Bilik santri yang terbakar itu berkonstruksi kayu dengan panjang 18 meter dan lebar tiga meter. Bangunan dua lantai yang memiliki enam kamar di lantai satu dan enam kamar di lantai dua tersebut ludes dimangsa api bersama perlengkapan santri di dalamnya.
Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, saat itu santri melihat api muncul di kamar mereka. Lalu, belasan warga membantu memadamkan api. Tapi, cepatnya api menjalar membuat mereka tak mampu berbuat banyak, sehingga bilik santri tersebut ludes terbakar. Lima mobil pemadam kebakaran dari Bireuen meluncur ke lokasi untuk memadamkan api, namun bangunan tersebut tidak berhasil diselamatkan. “Dugaan sementara sumber api dari korslet listrik,” ujar Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kapolsek Samalanga, AKP Saleh Amri, kemarin.
Sementara itu, satu rumah semipermanen di Desa Cot Euntung, Kecamatan Nisam, Aceh Utara, Rabu (29/4) sekitar pukul 03.00 WIB juga ludes terbakar. Arman, warga setempat, kemarin, mengatakan rumah itu milik M Yusuf. Menurutnya, pemilik rumah dan keluarganya berhasil ke luar dari rumah sebelum api membesar. “Beberapa barang dalam rumah itu seperti sepeda motor juga berhasil diselamatkan,” ujarnya.
Karena lokasi itu jauh dari ibu kota kabupaten, mobil pemadam kebakaran baru tiba di lokasi saat api sudah padam yaitu sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelumnya, warga sekitar sudah coba membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya, tapi tidak berhasil. Hingga kini penyebab kebakaran itu belum diketahui.
“Kami sedang menyelidiki. Tapi, dugaan sementara kebakaran itu akibat arus pendek listrik. Karena kontruksinya semipermanen, dalam waktu sekejap rumah itu ludes terbakar,” ujar Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo melalui Kapolsek Nisam, Iptu Abdul Latief, kemarin.
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bireuen, kemarin siang mengantar bantuan masa panik untuk korban kebakaran di Dayah Darut Thalibin Desa Matang Mesjid, Samalanga. “Bantuan berupa beras dan beberapa barang lain sudah kami antar ke dayah tersebut,” ujar Kadissosnakertrans Bireuen, Ridwan SH kepada Serambi, kemarin.
Ditambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Baitul Mal Bireuen tentang langkah yang akan ditempuh terkait bilik yang terbakar itu. “Kami akan sampaikan masalah ini ke bupati. Apakah bilik tersebut akan dibanguan baru atau bagaimana, itu kami sedang koordinasikan,” ungkap Ridwan.
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh Utara, kemarin, juga sudah menyalurkan bantuan masa panik
untuk korban kebakaran di Desa Cot Euntung, Kecamatan Nisam. “Bantuan yang kita salurkan berupa sembako, pakaian dan peralatan dapur,” ujar Ketua Tagana Aceh Utara, Ismail.
Ketua Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Munawar menhimbau warga untuk tidak membakar sampah saat angin kencang dan tidak mempreteli kabel listrik yang ada di rumahnya. “Sebab, banyak kebakaran selama ini akibat arus pendek listrik,” ujarnya.(yus/mr)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sebuah-bangunan-berlantai-dua_20150430_102558.jpg)