Senin, 11 Mei 2026

Dishubkomintel Aceh Kontrak 21 Proyek APBA

Menambah jumlah paket proyek APBA 2015 yang telah dikontrakkan kepada rekanan, Dinas Perhubungan Komunikasi

Tayang:
Editor: bakri

BANDA ACEH - Menambah jumlah paket proyek APBA 2015 yang telah dikontrakkan kepada rekanan, Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh, Senin (18/5) telah melakukan mengontrak proyek APBA 2015 kepada rekanan sebanyak 21 paket dengan nilai Rp 11,6 miliar. “Ini merupakan kontrak proyek terbanyak dari delapan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), yang telah melakukan kontrak proyek APBA 2015 kepada kontraktor,” ujar Kepala Biro Humas Setda Aceh, Ali Al Fatah kepada Serambi, Rabu (20/5), di ruang kerja Tim Percepatan dan Pengendalian Kegiatan (P2K) APBA Setda Aceh.

Dari 21 paket proyek yang telah dikontrakkan itu, kata Ali Al Fatah, antara lain proyek pengadaan dan pemasangan peralatan pengujian kenderaan bermotor di Aceh Barat Daya senilai Rp 2,8 miliar, rehabilitasi hidrolik moveable brige di Banda Aceh Rp 1,4 miliar, rehab gedung PKB Aceh Tengah Rp 919 juta, pembangunan terminal mobar Sigli Rp 885 juta dan lanjutan pembangunan sisi darat Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon di Aceh Barat Rp 882,6 juta.

Pelaksanaan kontrak proyek APBA dari Dishubkomintel ini, kata Ali Al Fatah, sangat membantu daya serap anggaran APBA 2015, naik dari 9 persen menjadi 9,7 persen. Alasannya, setelah dilakukan penandatangan kontrak kerja, biasanya diikuti dengan penarikan uang muka kerja oleh kontraktornya sebesar 20 persen, dari nilai kontrak proyek.

Dampak positif lain dari penandatangan kontrak masal yang dilakukan Dishubkomintel Aceh itu, lanjut Ali Al Fatah, telah menaikkan persentase proyek yang telah dikontrakkan tidak lagi berada 1 persen, tapi sudah naik menjadi 3 persen.

Dalam waktu dekat ini, kata Ali Al Fatah, adasekitar 146 paket proyek lagi dari 25 SKPA yang akan dikontrakkan kepada rekanan. Kalau itu nanti dilaksanakan, persentase proyek yang telah dikontrakkan sampai akhir bulan Mei 2015 ini, bisa naik mencapai 13 persen, dan daya serap keuangannya bisa mencapai 15 persen.

Dari 25 SKPA yang akan melakukan penandatangan kontrak kerja proyeknya kepada rekanan tersebut, kata Ali Al Fatah, paling banyak Dinas Pengairan Aceh mencapai 30 paket, kemudian Dinas Pendidikan 15 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 13 paket, Dishubkomintel 8 paket lagi, Dinas Cipta Karya 6 paket dan Dinas Bina Marga 2 paket.

Sementara Dinas Pendidikan Aceh, akan menandatangani kontrak proyek APBA 2015 sebanyak 15 paket, tapi jumlah paket proyeknya yang belum diserahkan kepada Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang terdapat di Biro Pembangunan Setda Aceh, masih cukup banyak mencapai 225 paket lagi. Selanjutnya diikuti Dinas Pertanian Aceh 30 paket, Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga, masing-masing 28 paket, Dinas Kelautan dan Perikanan 11 paket dan Dishumkomintel 8 paket lagi.

Dari total paket APBA 2015 yang akan dilelang itu, sebut Ali Al Fatah,nilainya sekitar Rp 2,486 triliun. Ini merupakan nilai yang cukup besar, dari total pagu APBA 2015 yang telah disahkan DPRA 12,755 triliun. Sampai 19 Mei 2015 kemarin, daya serap keuangannya baru sebesar 9,7 persen, begitu juga realisasi fisiknya hanya 9,7 persen. “Untuk meningkatkan jumlah paket proyek APBA 2015 yang mau dikontrakkan, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, telah menyurati kembali sejumlah SKPA yang jumlah paket proyeknya masih banyak belum dilelang, minta segera dilengkapi dokumen proyeknya, agar bisa diserahkan kepada LPSE untuk dilakukan penayangan atau pengumuman lelang lewat website LPSE Pemerintah Aceh,” ujar Ali Al Fatah.

Kepala Tim P2K Setda Aceh, Taqwallah mengatakan, kalau masa kerjanya sempit, kualitas proyeknya menjadi kurang bermutu dan proyeknya tidak selesai pada akhir tahun 2015, sedangkan masa kerja proyek hanya 6 bulan lagi.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved