Baru Dibangun, Rumah Bantuan Nelayan Retak
Dari 50 unit rumah bantuan untuk nelayan di Desa Matang Sentang, Kecamtan Seruway, Aceh Tamiang, 13 unit diantaranya
KUALASIMPANG – Dari 50 unit rumah bantuan untuk nelayan di Desa Matang Sentang, Kecamtan Seruway, Aceh Tamiang, 13 unit diantaranya tidak layak huni karena dinding bangunan telah retak-retak. Padahal rumah itu baru saja selesai dibangun oleh pihak rekanan.
Mukim Gedung Biara, Amiruddin Puteh kepada Serambi Kamis (21/5) mengatakan, pembangunan rumah bantuan nelayan mulai dikerjakan pada Desember 2014 lalu dan pada Februari 2015 rumah itu telah rampung. Namun, rumah itu belum dihuni karena kondisi didnding rumah tersebut telah retak di bagian depan, bagian belakang, bagian di jendela.
Katanya, keretakan dinding rumah itu sampai dua meter dengan lebar sekitar 10 cm, dan dapat dimasukkan jari tangan. Selain itu tambah Amiruddin Puteh, kondisi sebagian kosen jendela dan pintu juga bergeser dari dudukannya, sehingga tidak simetris lagi. Calon penghuni juga menyampaikan, keberatan menghuni rumah yang retak itu. “Kondisi seperti ini sangat berbahaya bagi penghuninya jika tak segera diperbaiki dulu,” ujarnya.
Masih menurut keterangan Amiruddin Puteh, diakuinya saat ini rumah bantuan nelayan itu belum diserah terimakan dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, sehingga belum bisa ditempati. “Dengan kondisi seperti ini tidak ada pemilik yang berani menempati rumah itu, karena khawatir ambruk,”tegas Imum Mukim Gedung Biara tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap sebelum rumah itu diserahkan kepada nelayan, maka Pemkab Aceh Tamiang nantinya harus meminta pihak rekanan memperbaiki rumah itu terlebih dahulu. Bahkan, menurutnya upaya perbaikan itu harus segera dilakukan, mengingatkan kondisi retak dinding itu spertinya semakin hari semakin bertambah parah.(md)