L-300 Terbalik, Seorang Tewas
Mobil L-300 pikap yang mengangkut dua ton kayu, Kamis (21/5) Subuh terbalik di kawasan Desa Geulanggang Teungoh
* Dua Rekan Korban Melarikan Diri
BIREUEN - Mobil L-300 pikap yang mengangkut dua ton kayu, Kamis (21/5) Subuh terbalik di kawasan Desa Geulanggang Teungoh, Kota Juang, Bireuen. Seorang pria yang diduga kernet mobil itu meninggal di lokasi kejadian karena kepalanya pecah. Sedangkan dua rekan korban melarikan diri. Warga dan polisi sudah berusaha mengejar kedua pria itu, namun hingga siang kemarin keberadaan mereka belum diketahui. Korban yang meninggal dunia bernama Abdul Hadi (30), warga Blang Reuma, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.
Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, L-300 dengan nomor polisi (nopol) BK 8441 KF itu diduga datang dari arah Takengon hendak ke Lhokseumawe membawa kayu. Saat mobil tersebut melintasi kawasan itu, tiba-tiba terdengar suara dentuman.
Mendengar suara tersebut, warga sekitar coba mendekat ke lokasi asal dentuman itu. Setibanya di tempat tersebut, warga mendapati satu mobil L-300 pikap sudah terbalik dengan posisi ban ke atas. Sementara kayu, karung berisi sekam, dan chinsaw yang diduga diangkut mobil itu berhamburan ke parit jalan .
Pada saat bersamaan warga juga melihat dua pria keluar dari bagian depan mobil tersebut dan langsung melarikan diri ke perkampungan. Warga mengaku heran dengan sikap merela, sebab seorang teman mereka yang duduk di sebelah kiri sopir kepalanya pecah, tapi mereka malah melarikan diri. “Beberapa warga dan seorang polisi berpakaian sipil berusaha mengejar mereka, tapi tak berhasil ditemukan,” kata seorang warga yang menyaksikan mereka melarikan diri.
Sebagian warga lainya mengangkat tubuh korban dengan kepala pecah yang tersangkut di pintu mobil itu dalam keadaan tak bernyawa lagi. Sejumlah anggota Satlantas Polres Bireuen saat tiba di lokasi langsung berusaha mensterilkan keadaan dan mengatur arus lalu lintas agar tak macet. Tak lama kemudian, anggota Satlantas menemukan dompet di sekitar lokaasi tersebut.
Dalam dompet itu terdapat KTP atas nama Alamsyah Ars (35) dengan alamat Desa Rata Mule, Kecamatan Syiah Utama, Bener Meriah. Anggota Satlantas belum bisa memastikan apakah KTP itu milik salah seorang penumpang pikap yang melarikan diri itu atau KTP orang lain yang bersama mereka.
Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Thomas Nurwanto SE kepada Serambi mengatakan, mobil L-300 pikap, kayu dan barang bukti lainnya dibawa ke Mapolres Bireuen untuk proses hukum lanjutan. Ia menduga kayu itu merupakan hasil penebangan liar di kawasan hutan. “Pemilik mobil dan dua orang yang melarikan diri itu sedang kita cari,” ujar Kasat Lantas.
Menyangkut penyebab kecalakaan itu, Kasat Lantas belum bisa memastikannya. “Dugaan sementara, kecelakaan tersebut terjadi akibat sopir lelah, ngantuk atau bisa saja menyopiri mobil itu terburu-buru karena membawa kayu tanpa dokumen,” ungkapnya.
Kasat Lantas kembali mengingatkan warga agar berhati-hati saat mengendarai di jalan raya. “Lebar jalan semakin tak sebanding dengan penambahan kendaraan. Eksesnya, kecelakaan lalu lintas setiap saat mengintai siapa saja. Karena itu, berhati-hati dan jangan ngebut di jalan,” harap Thomas Nurwanto.(yus)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/satu-unit-l-300-pikap-mengangkut_20150522_081901.jpg)