Keuchik Protes Pembangunan Balai Nelayan
Keuchik Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Kamaruzzaman memprotes lokasi pembangunan
LANGSA - Keuchik Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Kamaruzzaman memprotes lokasi pembangunan balai nelayan di desa tersebut. Pasalnya, balai yang dibangun pada tahun 2013 ini sangat tidak sesuai peruntukannya sama sekali, ditambah lagi penentuan lokasi tidak diberitahukan kepada aparatur gampong.
Keuchik Telaga Tujuh, Kamaruzzaman kepada Serambi Selasa (14/7) mengatakan, pembangunan balai nelayan dua tahun lalu itu sangat aneh, karena dari segi desainnya tidak sesuai dengan RAB. Bahkan, ruanganya ukuran 12x5 meter itu berbentuk plong seperti balai pengajian.
Dikatakan, selama ini balai tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umum, karena pada saat konsultan perencana dari Dinas PU Kota Langsa menentukan lokasi pembuatan balai tersebut bukanlah di lokasi yang telah dibangun tersebut.
“Anehnya, pada saat penentuan lokasi akhir, pelaksana kontraktor oleh seorang PNS di Dinas PU itu tidak lagi memberikan info yang jelas kepada aparatur gampong. Jadi kesannya rekanan mempunyai wewenang lebih dari keuchik dalam sebuah gampong,” kata Kechik Pusong itu.
Selain itu, Keuchik Pusong juga memaparkan, pembangunan titi penghubung dalam wilayah Gampong Teulaga Tujuh juga tidak ada lagi pamphlet. “Saat ini kami sudah menyurati Dinas PU Bidang Bina Marga untuk kami minta RAB berdasarkan UU KIP Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik, karena pada saat perencanaan bukanlah di lokasi itu,” kata Kamaruzzaman.(yuh)