Kamis, 4 Juni 2026

Jalan Tembus Masih Rusak

Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak mengatakan jalan tembus dari wilayah tengah ke timur dan barat Aceh

Tayang:
Editor: bakri

BANDA ACEH - Kepala Dinas Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak mengatakan jalan tembus dari wilayah tengah ke timur dan barat Aceh dalam kondisi rusak parah. Dia mengakui tidak ada dana pemeliharaan untuk ruas jalan itu, tetapi mulai tahun depan akan dianggarkan untuk perawatan, mulai dari jalan nasional sampai provinsi.

Dia menyampaikan hal itu sebelum kunjungan kerja gubernur ke proyek jalan lingkar Pulau Simeulue dan jalan tembus lintas barat-tengah sampai timur mulai hari ini, Jumat (16/10). Dia menjelaskan, gubernur akan dapat melihat langsung kondisi jalan yang sangat berat untuk dikerjakan dan dipelihara, terutama musim hujan, karena sering terjadi longsor.

Dia menyatakan anggaran pemeliharaan badan dan tebing jalan yang sering longsor di wilayah tengah masih minim, termasuk ruas jalan baru. Anwar mengungkapkan kunjungan gubernur ke lokasi proyek jalan lingkar Simeulue dan lintas tengah sudah diprogramkan, apalagi memasuki tahun kedua pekerjaan, terutama melihat prosentase pelaksanaan.

Dia mengakui pada pemerintahan lima tahun sebelumnya, juga dilakukan pembangunan pada rute yang serupa. Begitu juga dengan proyek jalan tembus dari barat ke lintas tengah sampai ke timur. “Ruas jalan sudah ada, tapi akibat tidak ada pemeliharaan, jalan kembali rusak, walau belum banyak kendaraan yang melintas, baik penumpang, barang dan pribadi,” ujarnya.

Namun, karena menjadi jalan strategis antarkabupaten/kota, maka akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lintas tengah, barat dan timur Aceh, sehingga perlu dilebarkan dan diaspal. Pelebaran jalan tembus lintas tengah, dari barat ke timur belum memberikan andil bagi pembangunan ekonomi, karena jumlah penduduk Aceh sekitar 5,7 juta jiwa, ujar Anwar.

Tapi, katanya, pada lima atau sepuluh tahun mendatang, ketika jumlah penduduk sudah mencapai 10 juta jiwa lebih, maka ruas jalan itu akan menjadi sangat ekonomis bagi rakyat. Dikatakan, dua ruas jalan lintas tengah itu, dibuka pada masa gubernur sebelumnya, dan dilebarkan, tetapi telah dirapikan serta diaspal, pada masa Gubernur Zaini Abdullah.

Terkait masalah bencana longsor yang sering terjadi di lintas tengah, Anwar Ishak mengatakan dirinya sudah melakukan rapat koordinasi, dengan Kasatker APBN dan KPA APBA. Anwar meminta KPA APBA dan Kasatker APBN, selalu berkoordinasi, karena beberapa ruas jalan di lintas tengah yang sudah menjadi jalan nasional, tapi penyediaan anggaran pemeliharaan belum dialokasikan pada tahun ini.

Sehingga, sebutnya, jika pada ruas jalan itu terjadi longsor, maka kedua belah pihak harus berkoordinasi untuk menanganinya. “Misalnya meminta rekanan yang sedang bekerja pada ruas jalan yang mengalami longsor, untuk membersihkan, apakah itu rekanan dari dana sumber dana APBN maupun APBA,” jelasnya. Dia menyatakan mulai tahun depan, anggaran perbaikan dan pemeliharaan lintas tengah akan dianggarkan.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved