Droe Keu Droe
Surat Terbuka untuk DK3 Banda Aceh
IBU Wali Kota dan Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh yang kami muliakan
IBU Wali Kota dan Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh yang kami muliakan. Izinkan kami menyampaikan keluhan sebagai warga dalam hal kewajiban dan hak yang semestinya kami terima.
Selama tiga tiga hari, sampah di depan toko di mana kami mencari rezeki tidak terangkut petugas pengambil sampah. Pada Minggu (14/2/2016), kami mendapati keranjang sampah sudah ditarik petugas mobil sampah. Namun saya kecewa, tumpukan rumput yang juga sampah, terdapat tanah bawaan rumput dicampak berserakan oleh petugas di lokasi keranjang yang biasa kami letakkan.
Ibu Wali Kota, perlu ibu ketahui kami membayar setiap pungutan iuran sampah kepada Dinas Kebersihan dan Keindahan dan Pertamanan Kota Banda Aceh. Ini bukan pengalaman pertama kami. Dua bulan lalu petugas penarik sampah, dengan nada tak bersahabat menolak keranjang sampah hanya dengan alasan ada ada batu kecil. Saya sendiri tidak tahu siapa yang menaruh batu di keranjang itu. Bahasanya agak kasar. Padahal ia cukup memindahkan batu itu keluar keranjang, selesai urusan!
Saya juga pernah mendengar bahasa kurang bersahabat petugas sampah, saat menaruh sampah di bak yang disediakan di depan Mushalla Al Muhajirun, Jalan Rukoh Utama. “Kami bukan an****! Jangan buang dulu di situ,” kata seorang petugas dengan bahasa Aceh saat sedang memindahkan sampah ke mobil. Saya tidak ambil pusing ketika itu, karena jika saya jawab, yakin urusan tidak selesai setelah itu.
Ibu Wali Kota, Bapak Kepala DK3, kota Madani itu, Madani kotanya, Madani aparatur kotanya, juga Madani semua orangnya. Termasuk juga petugas penarik sampah. Mohon dikendalikan emosinya, karena mengendalikan emosi bagian dari akhlak penduduk kota Madani. Mereka setiap hari bertemu warga, teladan itu ada pada mereka juga para penarik sampah, sebagai pelayan warga.
Ibu Wali Kota Banda Aceh, karena hal-hal sepele beginilah, akan rusak konsep kota Madani itu. Mohon maaf, hal ini harus kami sampaikan ke publik, karena kami sudah memenuhi kewajiban membayar iuran retribusi sampah. Kami hanya meminta hak sebagai warga untuk terangkut sampahnya setiap pagi.
Arif Ramdan
Jl. Rukoh Utama, Syiah Kuala, Banda Aceh. Email: riframadlans@gmail.com