Jumat, 12 Juni 2026

Pariwisata Aceh Andalan Indonesia

Aceh menjadi andalan Indonesia dalam pariwisata halal dunia. Bersama tiga provinsi lainnya, yakni Sumatera Barat (Sumbar) Nusa Tenggara Barat (NTB)

Tayang:
Editor: hasyim
Asisten II Zilkifli Hasan saat menerima penghargaan dari Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Jakarta, Jumat (7/ 10) malam 

* Di Ajang Wisata Halal Dunia

JAKARTA - Aceh menjadi andalan Indonesia dalam pariwisata halal dunia. Bersama tiga provinsi lainnya, yakni Sumatera Barat (Sumbar) Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jakarta, Aceh akan mewakili Indonesia dalam ajang “World Halal Tourism Award (WHTA) 2016” di Abu Dhabi Desember 2016.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Provinsi Aceh dan Sumbar disiapkan sebagai destinasi wisata halal andalan dan diharapkan mendapat “World’s Best Award di WTHA 2016.”

“Saya sangat mengandalkan Aceh, Sumbar, dan NTB,” kata Arief Yahya saat memberi sambutan pada penyerahan Anugerah Pariwisata Halal di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (7/10) malam.

Aceh berhasil meraih tiga penghargaan Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016, yaitu sebagai Destinasi Budaya Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, sebagai Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, dan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, kategori Daya Tarik Wisata Terbaik.

Anugerah penghargaan diserahkan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, kepada General Manager (GM) PT Angkasa Pura Banda Aceh, Surahman, Asisten II Pemerintah Aceh, Zulkifli Hasan, dan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh Tgk Azman Ismail.

Dari Aceh juga hadir Wali Kota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’duddin Djamal dan Kepala Dinas Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi.

Kompetisi wisata halal Indonesia ini baru pertama kali dilakukan. Even ini diikuti 117 peserta dan dewan juri diketuai Riyanto Sofyan, menetapkan 111 nominator.

Asisten II Pemerintah Aceh, Zulkifli Hasan, menyatakan bersyukur dan gembira Aceh berhasil meraih tiga penghargaan dan dipercaya mewakili Indonesia ke ajang pariwisata halal internasional.

“Aceh akan terus berbenah dan mengembangkan pariwisata halalnya. Peluang Aceh sebagai daerah wisata halal masih sangat lebar. Semua potensi telah tersedia. Kita akan terus berbenah,” katanya seusai menerima penghargaan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Aceh Reza Fahlevi menambahkan, di tahun mendatang Aceh diharapkan meraih lebih banyak penghargaan wisata halal lagi. “Kalau sekarang Banda Aceh, ke depan, kita dorong seluruh kabupaten/kota juga mendapatkan penghargaan. Kita terus kampanyekan wisata halal ini,” kata Reza.

Indonesia Paling Potensial Unggul

Pada kesempatan itu, Menpar Arief Yahya, juga mengatakan Indonesia sangat potensial menjadi destinasi wisata halal paling unggul di dunia karena memiliki keragaman destinasi dan kekayaan budaya. Ia menegaskan tekad Indonesia ingin menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu di dunia pada 2019.

Disebutkan, ‘size’ pasar wisata halal dari 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar di antaranya adalah muslim dan 60 persen usianya di bawah 30 tahun. Mengutip laporan sebuah lembaga dunia, Menpar Arief Yahya menyebutkan, pada 2014 ada 116 juta pergerakan halal traveler dan diproyeksikannpada 2020 akan menjadi 180 juta perjalanan atau naik 9,08 persen. “Sementara di Indonesia juga naik rata-rata 15,5 persen dalam tigavtahun terakhir,” kata Menpar Arief Yahya. (fik)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved