Jumat, 8 Mei 2026

Demo Guncang Malaysia

Puluhanm ribu demonstran berkaos kuning menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Kuala

Tayang:
Editor: bakri
RIBUAN demonstran yang digerakkan Kelompok Bersih menggelar demo besar-besaran, menuntut Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak mundur dari jabatan, Sabtu (19/11). 

* PM Rajib Nazaf Dituntut Mundur

KUALA LUMPUR - Puluhanm ribu demonstran berkaos kuning menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (19/11). Mereka menuntut Perdana Menteri Najib Razak yang terlibat skandal keuangan mundur dari jabatannya

Polisi sebenarnya telah mengeluarkan larangan agar tidak berdemo, tetapi para pengunjukrasa tetap melakukan aksinya, sehingga 20 orang, sebagian besar aktivis ditangkap.

Demonstran berbaris di pusat kota Kuala Lumpur, sebelum pindah ke Menara Kembar Petronas setelah gagal masuk ke Independent Square,  karena dipagari truk polisi yang dilengkapi meriam.

Beberapa demonstran meneriakkan “Bintang Demokrasi” dan “Bersih, Bersih”  nama kelompok reformasi pemilu yang menyelenggarakan demo. Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, yang menyerukan Najib mundur menjadi ujung tombak dengan bergabung bersama demonstran.

“Semua orang merasa prihatin tentang pemerintah yang kita miliki sekarang,” kata Mahathir, yang mengenakan kaos kuning. “Kita tidak lagi hidup di bawah demokrasi, tapi kleptokrasi. Bangsa diperintah oleh pencuri,” tambahnya. Demo itu berakhir damai setelah hujan deras mengguyur Kuala Lumpur.

Perdana menteri yang telah membantah melakukan kesalahan mengatakan kelompok itu telah menjadi alat bagi partai-partai oposisi untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. “Kami ingin melihat Malaysia lebih maju dan tidak dirampok miliaran ringgit,” kata penyanyi Wan Aishah Wan Ariffin, salah seorang pendukung oposisi pada rapat umum tersebut.

Protes kelima yang diselenggarakan oleh Bersih juga digelar di dua kota Malaysia, pulau Kalimantan. Polisi memperkirakan kerumunan Bersih sebanyak 15.500 orang jumlah atau berkurang dari sebelumnya, 50.000 orang pada Agustus 2015, yang juga menuntut Najib mundur. Portal berita online Malaysiakini menempatkan kerumunan Sabtu lebih dari 40.000 orang.

Sedangkan ribuan orang berbaju kuning yang tergabung dalam bersih 5.0 berkumpul di sejumlah titik seperti di Jalan Bangsar, Jalan TAR, Jalan Masjid Negara dan Jalan Masjid Jamek. Sedangkan Dataran Merdeka yang menjadi titik sentral pengunjuk rasa sudah ditutup polisi, sehingga mereka berkumpul di depan LRT Masjid Jamek dan OCBC Bank.

Mobil polisi, ambulans, dan tim medis siaga di lokasi-lokasi tersebut, sedangkan sejumlah pedagang menjajakan asesoris bersih seperti kaos dan ikat kepala. Menurut sejumlah pengunjuk rasa, tujuan bersih pilihan raya bersih, kerajaan bersih, selamatkan ekonomi dan hak membantah.

Unjuk rasa juga diikuti anak mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad, Marina Mahathir. Dia sempat memberikan orasi di Jalan Bangsar bersama Presiden ABIM, Mohammad Raimi Abdul Rahim. Nampak juga partai oposisi DAP dan Orang Asli Kelantan. Kelompok yang dipimpin Mustafa Ong mengusung isu mempertahankan hak tanah adat orang asli.

 Lain halnya massa baju merah bergerak dari sejumlah titik seperti dari Putra World Trade Center (PWTC). Lokasi ini berdekatan dengan sekretariat UMNO. Mereka mengenakan kaos bertuliskan pertahankan demokrasi dan selamatkan Malaysia. Sejumlah perkantoran dan pusat perdagangan yang dilalui pengunjuk rasa memilih tutup, demikian pula apartemen dan kondominium diperketat penjagaannya.

Sejumlah polisi Diraja Malaysia (PDRM) nampak bersiaga di Sunway Putra Mall di Jalan Putra dan Stasiun LRT Masjid Jamek. Unjuk rasa tersebut mengakibatkan sejumlah angkutan umum seperti bus dan taksi berhenti beroperasi, namun angkutan kereta api seperti LRT dan Kereta Komuter masih beroperasi.

“Saya biasa kerja naik LRT dari Stasiun Damai ke Stasiun Pasar Seni naik LRT. Namun karena tidak ada bus saya berhenti di Stasiun Masjid Jamek,” ujar TKI asal Bangkalan, Nasir. Dia berharap unjuk rasa berlangsung damai dan aman.

Selain itu, pengacara Eric Paulsen menyatakan bahwa Chin secara resmi ditahan Sabtu (19/11) di bawah undang-undang keamanan yang digunakan melawan teroris dan dapat ditahan selama 28 hari. Para aktivis lainnya juga dikirim selama beberapa hari dalam tahanan polisi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved