SerambiIndonesia/

Yusril Keliru Pahami UUPA

Muharramsyah, pengacara pasangan calon bupati dan wakil bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah TM Daud,

Yusril Keliru Pahami UUPA

“Pernyataan Yusril sudah benar, karena UUPA ada mengatur tentang syarat pengajuan calon, yakni paling sediki 15 persen, sehingga tidak perlu lagi menggunakan syarat 20 persen dalam Undang-undang Pilkada. Tetapi ini tidak bisa dijadikan perbandingan terhadap penerapan Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak semua pihak untuk memberikan informasi sesuai dengan undang undang dan norma hukum.

Sementara itu, mantan kombatan GAM Pidie, Abu Sabar, secara terpisah meminta semua pihak agar menerima secara arif hasil pilkada yang telah diplenokan Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Ia tidak menginginkan hasil pilkada membuat sesama masyarakat ribut, dan menggiring UUPA dipermasalahkan dan disidangkan di MK. “Saya berharap kedepan legislatif dan eksekutif merumuskan kembali undang-undang yang menjadi acuan dalam pilkada,” harap Abu Sabar.

Seperti diketahui, hasil pilkada yang diumumkan KIP beberapa waktu lalu memunculkan protes dari sejumlah pasangan calon yang kalah. Dari Aceh, ada 10 permohonan gugatan yang masuk. Satu permohonan dari pasangan calon gubernur/wakil gubernur Muzakir Manaf-TA Khalid, dan sembilan lainnya dari paslon bupati/wali kota, yakni Ridwan Abubakar-Abdul Rani (Aceh Timur), Fakhrurrazi H Cut-Mukhtar Daud (Aceh Utara), Sarjani Abdullah-M Iriawan (Pidie), Safriadi-Sariman (Singkil), Teuku Raja Keumangan-Said Junaidi (Nagan Raya), Abd Rasad-H Rajab Marwan (Gayo Lues), Fazlun Hasan-Syahyuzar (Kota Langsa), Said Syamsul Bahri-Nafis Amanaf (Abdya), dan M Yusuf Abdul Wahab-dr Purnama Setia Budi (Bireuen).

Namun banyak pihak memprediksi, sebagian besar permohonan gugatan tersebut akan ditolak MK untuk disidangkan, karena tidak memenuhi syarat formil dalam hal ambang batas selisih suara, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help