5 Kata Bijak Kartini yang Bisa Bikin Semangat Mengejar Mimpi

Kartini menikah dengan bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri

5 Kata Bijak Kartini yang Bisa Bikin Semangat Mengejar Mimpi
google.com
Raden Adjeng Kartini 

SERAMBINEWS.COM – Berbicara tentang salah satu tokoh emansipasi wanita, Raden Adjeng Kartini memang tiada habisnya. Pemikiran, semangat serta nilai kesantunan yang dimiliki kerap menjadi inspirasi bagi kaum perempuan.

Kartini menikah dengan bupati Rembang, KRM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada 12 November 1903.

Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan dukungan untuk mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

Meskipun berada di masa yang sulit, Kartini tidak pernah menyerah untuk belajar dan berharap kaum perempuan bisa merasakan pendidikan pada masanya.

Beberapa kutipan penyemangat yang berasal dari surat-surat Kartini yang kerap berkorespondensi dengan sahabat penanya, Rosa Abendanon. Surat-surat Kartini sendiri diterjemahkan oleh Dr. Sulastin Sutrisno dalam buku berjudul “surat-surat Kartini, renungan tentang dan untuk bangsanya”.

1.   “Bermimpilah terus, bermimpilah terus, bermimpilah selama kamu dapat bermimpi! Apabila tiada mimpi, apakah jadinya hidup? Keadaan yang sesungguhnya biasanya sangat kejam. Barang kali memang betul apa yang dikatakan orang, bahwa sebenarnya kami harus tinggal seorang diri di sebuah pulau yang tidak didiami manusia! Tetapi jika demikian, orang lalu betul-betul akan memikirkan diri sendiri saja bukan? Saya kira kami harus hidup dengan dan untuk orang banyak. Itulah tujuan hidup, untuk membuat hidup indah! Derita akan meluhurkan, sekurang-kurangnya kalau orangnya baik. Dalam hal lain derita justru akan merendahkan. Juga kami akan berubah. Bagaimana perubahan itu hanya Tuhan yang tahu. Yang kami ketahui hanyalah, kami bukanlah lagi anak-anak yang lela.”

2.   “Bagaimanapun jalannya, sekali-kali jangan lelah untuk berusaha gigih membela semua yang baik.”

3.   “Hanya orang-orang yang kuat hati dan pikirannya yang dapat bertahan dalam taufan semacam itu, dapat melawan kekejaman dan kekerasan dunia.”

4.   “Angkatan muda, tiada pandang laki-laki atau perempuan wajiblah berhubungan. Masing-masing secara sendiri-sendiri dapat berbuat sesuatu untuk memajukan, meningkatkan derajat bangsa kami. Tetapi apabila kami bersatu, mempersatukan kekuatan kami, bekerja bersama-sama, maka hasil usaha kami akan lebih besar. Bersatu kita kukuh dan berkuasa.”

5.   “Tidak perlu penjelasan kenapa kemajuan kepandaian masyarakat Bumiputera tidak dapat pesat, apabila dalam hal itu perempuan terbelakang." Setiap waktu kemajuan perempuan itu ternyata merupakan faktor penting dalam peradaban bangsa.”

Penulis: Fatimah
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help