SerambiIndonesia/

Nikmatnya "Digoda" Depik di Takengon

Di beberapa warung nasi di Takengon, endemik Lut Tawar ini menjadi menu khas. Ikan kecil yang mirip seperti ikan bilis biasanya digoreng,

Nikmatnya
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Menu ikan depik. 

Laporan Subur Dani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Jika ke Takengon, Aceh Tengah, rasanya tidak sah jika belum mengunjungi tempat wisatanya, seperti Danau Lut Tawar, Bur Telege, Bur Gaya, Pantan Terong, dan banyak lainnya.

Begitu juga jika belum makan ikan depik, ikan khas yang hidup di perairan Danau Lut Tawar.

Di beberapa warung nasi di Takengon, endemik Lut Tawar ini menjadi menu khas. Ikan kecil yang mirip seperti ikan bilis biasanya digoreng, lalu menjadi santapan yang lezat saat makan nasi.

Sahabat Baru, salah satu warung nasi di Jalan Inpres, di pusat Takengon yang menyediakan ikan depik goreng.

Menu ikan depik goreng ini diberi nama dengan 'Digoda', yakni singkatan dari depik goreng daun.

Menurut Abdullah, pemilik rumah makan Sahabat Baru, menu ikan depik paling diburundi Takengon, terutama oleh para wisatawan.

"Sehari biasanya kita goreng sampai lima bambu, semuanya habis," kata Abdullah.

Rasanya yang sedikit manis, ditambah daun yang digoreng bersamaan, membuat depik goreng begitu nikmat dan gurih saat dimakan.

"Kita juga sering kirim ini ke luar Takengon, banyak yang minat ikan depik ini," pungkas Abdullah. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help