Minggu, 17 Mei 2026

Debit Krueng Aceh Menyusut

Kemarau panjang yang melanda wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa bulan terakhir

Tayang:
Editor: bakri
Debit Krueng Aceh Menyusut - kolam-mata-ie-yang-merupakan-objek-wisata_20170724_085123.jpg
KOLAM Mata Ie yang merupakan objek wisata pemandian keluarga di Aceh Besar kering kerontang. Foto direkam, Minggu (23/7).
Debit Krueng Aceh Menyusut - antara-tanaman-padi-yang-terpaksa-dipotong_20170724_085202.jpg
Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Zulfikar, bersama tokoh masyarakat Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, berdiri di antara tanaman padi yang terpaksa dipotong karena kekeringan, Minggu (23/7). SERAMBI/YOCERIZAL

* Kolam Mata Ie Kering

BANDA ACEH - Kemarau panjang yang melanda wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan debit air di Krueng Aceh menyusut. Akibatnya stok air di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy dan Tirta Mountala berkurang.

Hal itu diungkapkan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub, dan Direktur PDAM Tirta Mountala, Ahmad Riyaz SEAk, kepada Serambi, Minggu (23/7). “Kondisi sekarang sangat riskan. Kekeringan akibat kemarau dan kerusakan alam,” ujar Novizal Aiyub.

Menurut pria yang biasa disapa Ampon Yub itu, kerusakan alam terjadi akibat maraknya penebangan pohon, galian C, dan aktifitas tambang lainnya. Dia berharap persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab PDAM, tetapi juga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Balai Sungai, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta instansi terkait lainnya. “Kita harus cari solusinya bersama. Kekeringan ini sudah di depan mata,” tandasnya.

Dia mencontohkan, kekeringan yang terjadi di Mata Ie sangat mengejutkan banyak pihak termasuk dirinya. “Selama 20 tahun di Aceh Besar, saya tidak pernah melihat kondisi separah ini,” akunya.

Untuk mengatasi persoalan seperti ini, Ampon Yub menyarankan agar pemerintah membangun bendungan di hulu Krueng Aceh, agar persediaan air dapat terjaga.

Tak hanya Krueng Aceh, kekeringan juga melanda Water Treatment Plant (WTP) Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah, milik PDAM Tirta Mountala. WTP yang merupakan sumber air bersih untuk melayani sebelas ribu pelanggan yang ada di Kecamatan Darul Imarah mengalami penyusutan hingga 50 persen.

Di waktu normal, debit air di WTP ini mencapai 150 liter per detik. Namun kali ini WTP Mata Ie hanya mampu menyuplai 75-80 liter perdetiknya. Keringnya sumber air di Mata Ie juga menyebabkan kolam pemandian yang selama ini banyak digunakan warga, menjadi kering kerontang.

Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, bersama Sekda Drs Iskandar MSi dan Dirut PDAM Tirta Montala Ahmad Riyaz, kemarin, meninjau langsung WTP dan kolam pemandian Mata Ie. Hasil penelusuran Pemkab Aceh Besar, terjadi pengurangan debit air hingga 50 persen.

Direktur PDAM Tirta Mountala, Ahmad Riyaz, mengatakan, terjadinya kekeringan ini membuat mereka hanya memungsikan dua WTP untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah penduduk di kawasan Gue Gajah dan Ajun.

Amatan Serambi di dua kolam pemandian di Mata Ie, seluruhnya kering kerontang. Yanga tersisa hanya genangan kecil saja.

Puluhan pengunjung yang datang untuk berenang di kolam tersebut terpaksa pulang karena kolam kering. Murni, seorang pedagang minuman di objek pemandian itu mengaku, kekeringan telah berlangsung sejak dua bulan terakhir.

Kekeringan juga berdampak buruk bagi puluhan hektare sawah di kawasan Gampong Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar. Bahkan sebagian padi terpaksa dipanen lebih awal untuk menghindari kerugian lebih besar.

“Sebagian tanaman padi sudah ada yang mati, sebagian lagi langsung dipotong untuk dijual jadi makanan sapi,” kata Tajuddin, tokoh masyarakat setempat.

Sementara menuru Ridwan Ibrahim, petani Cot Cut, sisa waktu yang dimiliki para petani untuk bisa memanen padi tinggal dua minggu lagi. “Apabila dalam dua minggu ini tidak turun hujan, habis lah sudah. Semuanya terpaksa dipotong untuk makanan sapi,” keluhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved