SerambiIndonesia/

Mengulas Berbagai Sisi Ja, Anggota DPRA Kesandung Sabu

TERTANGKAPNYA Jainuddin (37), salah seorang anggota DPRA karena kasus sabu-sabu tiga hari lalu, membuktikan

Mengulas Berbagai Sisi Ja, Anggota DPRA Kesandung Sabu
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Oknum anggota DPRA bersama tiga temannya yang tertangkap mengonsumsi sabu-sabu. 

TERTANGKAPNYA Jainuddin (37), salah seorang anggota DPRA karena kasus sabu-sabu tiga hari lalu, membuktikan bahwa narkoba bisa menjerat siapa saja. Kasus Ja juga menambah rentetan kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang terhormat, seperti pejabat, artis, atau kalangan elite lainnya.

Penangkapan Ja bersama tiga rekannya di Desa Paleuh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Rabu (9/8) malam menghebohkan masyarakat. Ja, yang tercatat sebagai politisi Partai Aceh (PA) dan anggota DPRA terpaksa digelandang ke Polresta Banda Aceh malam itu juga, karena tertangkap tangan mengonsumsi sabu sebanyak 7,03 gram.

Tertangkapnya Ja oleh tim kepolisian malam itu, menghentikan sepak terjangnya di DPRA. Ja dicibir banyak kalangan di media sosial, sejak berita penangkapan itu santer. Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf A dibidik kepada Ja bersama tiga rekannya, ia diancam hukuman penjara minimal 5 tahun.

Sungguh sial, akibat perbuatannya itu, Ja dipastikan harus menanggalkan jas dan peci hitamnya di DPRA. Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD), Tgk Akhyar A Rasyid memastikan Ja terancam dipecat dari jabatannya sebagai anggota DPRA. Juru Bicara PA, Adi Laweueng yang ditanyai Serambi, Jumat (11/8) meyebutkan, partai tetap akan memberikan sanksi kepada Ja.

“Tapi apa sanksinya, kita belum tahu, karena internal partai belum bermusyawarah soal itu. Dalam dua hari ini kita akan segera membahasnya, yang jelas PA sejak awal anti terhadap narkoba,” sebut Adi Laweueng.

Hasil penelusuran Serambi, Ja adalah anggota DPRA yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) 6 Aceh Timur. Ia menuju gedung DPRA setelah mengantongi suara sebanyak 11.359 dan suara partai sebanyak 33.808 pada Pileg 2014.

Duduk di DPRA, Ja langsung dipercaya sebagai Ketua Komisi III yang membidangi keuangan dan investasi. Hasil perombakan beberapa waktu lalu, Ja kemudian ditempatkan di Komisi VI sebagai sekretaris.

Wakil Ketua DPRA, Teuku Irwan Djohan, melalui laman facebooknya, Sabtu (12/8) menulis singkat sosok Ja di matanya, selama menjadi sahabat sejak duduk di kursi dewan, 2014 silam.

Irwan mengisahkan ia pernah bersama Ja dalam sebuah pertemuan dengan Wali Nanggroe membahas rencana Pemerintah Aceh berutang ke Bank KFW Jerman sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembangunan lima rumah sakit regional di Aceh.

Saat itu, kapasitas Ja sebagai Ketua Komisi III yang mengurusi keuangan di Aceh, tentu sangat berpengaruh dalam pembahasan itu. “Di hadapan Wali Nanggroe, Ja tidak berbicara. Tapi di sela rapat ia permisi ke belakang untuk duduk sendirian di udara terbuka. Saya menyusul Ja ke belakang,” tulis Irwan Djohan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help