Harga Cabai Melonjak di Pidie Jaya, Ini Penyebabnya

Ini menyusul pasokan cabai dari para petani lokal baik di Pidie, Pijay, maupun Bireuen telah menurun. Sehingga diupayakan pasokan dari luar.

Harga Cabai Melonjak di Pidie Jaya, Ini Penyebabnya
SERAMBI/IDRIS ISMAIL
Seorang pedagang di pusat pasar Suboh Lueng Putu, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya menggelar dagangan berbagai jenis kebutuhan dapur, Sabtu (2/9/2017). Harga Cabai dalan sepekan terakhir naik dari Rp 25.000/Kg menjadi Rp 35.000/Kg. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Harga eceran cabai merah di sejumlah pusat pasar belanja di Pidie Jaya (Pijay) dalam sepekan terakhir melonjak akibat dipengaruhi suasana meugang dan kurban.

"Harga eceran cabai merah‎ sebelumnya Rp 25.000/Kg, namun dalam sepekan terakhir melonjak menjadi Rp 35.000/Kg dampak dari pengaruh meugang dan pemotongan daging kurban," sebut Abdurrahman (53), salah satu pedagang eceran di pusat pasar Suboh Lueng Putu kepada Serambinews.com, Sabtu (2/9/2017).

Baca: 314 Penerima Rumah Rusak Berat di Pidie Jaya tak Tepat Sasaran

Selama hampir satu pekan lebih, cabai merah mulai dipasok di luar daerah, Medan, Sumatera Utara.

Ini menyusul pasokan cabai dari para petani lokal baik di Pidie, Pijay, maupun Bireuen telah menurun. Sehingga diupayakan pasokan dari luar.

Jika tidak demikian, maka harga cabai dalam kondisi seperti saat meugang dan kurban bisa menembus angka Rp 50.000/Kg atau bahkan Rp 60.000/Kg.

Baca: 4.150 Fakir dan Miskin di Pidie Jaya Terima Bantuan Rp 300 Ribu/Orang

Selain naiknya harga cabai, jenis komoditi lain, seperti kentang juga berdampak naik meski tergolong tipis, yaitu dari Rp 10.000/Kg kini menjadi Rp 12.000/Kg.

Sementara harga tomat masih bertahan Rp 10.000/Kg, cabai hijau dan cabai rawet masing-masing Rp 25.000/Kg, wortel Rp 10.000/Kg, dan kol Rp 6.000/Kg. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved