SerambiIndonesia/

Pucok Krueng yang Menenangkan, Bikin Kamu Enggan Pulang

Terletak di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, wisata alam itu menawarkan panorama yang membuat enggan beranjak.

Pucok Krueng yang Menenangkan, Bikin Kamu Enggan Pulang
Keindahan Pucok Krueng 

Laporan Nurul Hayati | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sudah kah kamu mempunyai rencana berakhir pekan?

Jika belum, maka Pucok Krueng layak masuk dalam daftar destinasi.

Terletak di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, wisata alam itu menawarkan panorama yang membuat enggan beranjak.

Nama Pucok Krueng sendiri diambil berdasarkan letak geografis yang berlokasi di sudut bebukitan yang memeluk pemukiman warga.

Keindahan Pucok Krueng
Keindahan Pucok Krueng ()


Pucok Krueng diambil dari bahasa lokal yang bermakna ujung atau muara sungai.

Hal ini karena letaknya persis berada di ketinggian ujung bukit dengan pemandian yang sumber airnya berasal dari pegunungan.

Baca: Pucok Krueng, Oase dari Lhoknga yang Cocok untuk Pelarian

Sebuah pemandian serupa telaga dengan warna hijau tosca menyemburkan kesegaran.

Berdinding batu cadas yang membentengi telaga.

Di sisi telaga, sebuah gua berdiri gagah dengan gerombolan kelelawar sebagai penghuni.

Bagi kamu yang ingin menguji nyali, tersedia seutas tali yang menggelantung di sisi tebing.

Ayunkan langkah menapaki puncak dan uji adrenalin mu dengan melombat dari ketinggian 20 meter.

Pun buat kamu yang tidak menyukai wisata ekstrim, leyeh-leyeh sembari berpiknik di tepian telaga juga bisa menjadi pilihan menyenangkan.

Diliput hijaunya pepohonan yanng membuat segar mata memandang.

Kepak kelelawar yang keluar dari sarang ditingkap cericit burung menciptakan harmoni tersendiri.

Selebihnya adalah sunyi.

Ya, letaknya yang tersembunyi jauh dari hiruk pikuk membuat tempat ini cocok dijadikan pelarian.

Merasakan sensasi lebih dekat dengan alam yang menenangkan pikiran dan menenteramkan jiwa.

Menuju lokasi

Jika berangkat dari pusat Kota Banda Aceh, maka membutuhkan sekitar 130 jam berkendara.

Melintasi jalur barat selatan dengan menyusuri Jalan Nasional Banda Aceh – Meulaboh.

Sekitar 30 menit mengaspal, selanjutnya perjalanan ditempuh dengan kondisi badan jalan berupa tanah dan bebatuan.

Menikmati ayunan
Menikmati ayunan ()


Berkunjung kemari saat musim hujan bukanlah ide yang baik.

Sisa perjalanan selama 10 menit tersebut terasa berat karena akses jalan yang terbilang masih seadanya.

Namun perjuangan menuju ke lokasi terbayar lunas sebegitu menjejakkan kaki di Pucok Krueng.

Cukup membayar tarif masuk Rp 10 ribu rupiah, kamu dah bisa menikmati keindahan persembahan dari alam Lhoknga-Aceh Besar.

Siapkan kamera mu dan abadikan setiap jengkal keindahan paras nusantara. (*)

Penulis: Nurul Hayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help