SerambiIndonesia/

Proyek Diduga tak Sesuai Spek, Adu Mulut dengan Penghulu, Ini yang Akan Dilakukan 'BPK'

Tapi, realisasi proyek tidak sesuai. Akibatnya air dari parit itu berserakan di lahan masyarakat.

Proyek Diduga tak Sesuai Spek, Adu Mulut dengan Penghulu, Ini yang Akan Dilakukan 'BPK'
IST
Warga melihat proyek saluran pembuangan air limba (SPAL) di Lwe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Minggu (17/9/2017). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, akan melaporkan Penghulu Kute Lawe Loning Aman, Amirullah ke pihak Auditor Inspektorat Aceh Tenggara.

Pasalnya pembangunan saluran pembuang air limbah (SPAL) diduga tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Proyek itu dibangun tidak sesuai desain, da perubahannya pun dilakukan tanpa musyawarah.

Ketua BPK Lawe Loning Aman, Muslim ST, kepada Serambinews.com, Minggu (17/9/2017 ) mengatakan, ia diminta oleh masyarakat mendesain SPAL. Dalam desain, SPAL itu panjang 120 meter, sistem pipa 6 inci dan kolam penampung 15 unit.

Tapi, realisasi proyek tidak sesuai. Akibatnya air dari parit itu berserakan di lahan masyarakat. Ini dikhawatirkan mencemarkan lingkungan dan berpotensi menyebabkan penyakit di daerah itu.

Menurut Muslim, seharusnya, kalau ada rencana perubahan desain SPAL, Penghulu Kute bisa bermusyawarah dengan BPK dan masyarakat.

"Bukan mengubah sesuka hatinya. Kami akan laporkan Penghulu Kute atas temuan ini ke Inspektorat," kata Muslim.

Ia meminta Inspektorat Agara mengaudit pembangunan SPAL tahun 2017, dan mengaudit pula dana desa Lawe Loning Aman tahun 2016. Karena pada tahun lalu juga ada temuan proyek yang tidak sesuai spesifikasi.

Sebelumnya, Ketua BPK Lawe Loning Aman Muslim sempat terlibat adu mulut dengan Penghulu Kute Lawe Loning Aman, Amirullah, karena persoalan tersebut.

Sementara Penghulu Kute Lawe Loning Aman, Amirullah mengatakan, perubahan desain SPAL itu memang tidak dimusyawarahkan. Desai baru SPAL itu dibuat oleh pendamping Kecamatan, Erfan Efandi.

Pekerjaan SPAL berukuran 20x20 centimeter dengan panjang 110 meter menghabiskan dana Rp 29.400.000.

Pendamping Kecamatan Lawe Sigala-gala, Erfan Efandi, mengatakan, tim mereka yang mendesain SPAL itu dengan ukuran 20x20 centimeter. Ukuran itu menurutnya sangat layak dan tidak masalah.

Ditanyai standar pembangunan SPAL oleh Pemkab, Erfan mengakui tidak tahu.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help