SerambiIndonesia/

4 Perempuan Aceh Ini Meraih Penghargaan Internasional, Begini Kisah dan Perjuangan Mereka

Kerajaan Aceh pernah dipimpin oleh empat ratu. Di era modern, Aceh juga banyak melahirkan para perempuan gigih.

4 Perempuan Aceh Ini Meraih Penghargaan Internasional, Begini Kisah dan Perjuangan Mereka
KOLASE/SERAMBINEWS.COM
Sahdian Marhaban dan Suraiya Kamaruzzaman 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejak dulu perempuan Aceh dikenal gigih berjuang mempertahankan harkat dan martabat bangsanya dari tangan penjajah.

Sebut saja ada Pahwalan Nasional, Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, Laksamana Malahayati dan sederet tokoh pejuang lainnya.

Hal yang mengagumkan Kerajaan Aceh pada masa kejayaannya juga pernah dipimpin oleh empat ratu.

Di era modern dan pascakemerdekaan, Aceh juga banyak melahirkan para perempuan gigih.

(Baca: BBC 100 Women 2017 Hadirkan Perempuan Hebat yang Dapat Mengubah Dunia, Siapa Saja?)

Beberapa di antaranya bahkan mendapat penghargaan internasional atas kerja, karya, dan perjuangan mereka.

Berikut ini Serambinews.com menukilkan kisah empat perempuan Aceh yang selama lima tahun terakhir dikategorikan sebagai perempuan perkasa yang layak menerima penghargaan tingkat internasional.

Inilah mereka.

1. Shadia Marhaban

Perempuan ini lahir di Banda Aceh 20 Maret 1969.

Halaman
1234
Penulis: Ansari Hasyim
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help