SerambiIndonesia/

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat Dengan Rudal Jika Jatuhkan Sanksi Baru

Trump kemudian memberi Kongres waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan memperbarui sanksi ekonomi terhadap Teheran, atau tidak

Iran Ancam Serang Pangkalan Militer Amerika Serikat Dengan Rudal Jika Jatuhkan Sanksi Baru
Empat peluru kendali mengudara di sebuah kawasan gurun yang tak disebutkan di Iran. Foto ini diperoleh dari divisi publikasi Garda Revolusi, Sepah News.(SEPAH NEWS/ AFP PHOTO) 

SERAMBINEWS.COM - Komandan Garda Revolusi Iran memperingatkan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah berisiko terkena serangan peluru kendali Iran.

Jika AS berani menerapkan sanksi baru terhadap Teheran.

Dalam beberapa hari mendatang, Presiden Donald Trump berencana menyatakan Iran tidak mematuhi kesepakatan internasional.

Kesepakatan itu yang ditandatangani pada 2015, untuk membatasi senjata nuklirnya.

Namun, Trump kemudian memberi Kongres waktu 60 hari.

Untuk memutuskan apakah akan memperbarui sanksi ekonomi terhadap Teheran, atau tidak.

Baca: Seorang Wanita di India Tewas Dicekik dan Dibakar Setelah Menolak Dilamar

Rudal balistik jarak jauh Qadr saat peluncuran di kawasan Pegunungan bagian utara Iran, 9 Maret 2016. Iran mengatakan, angkatan bersenjatanya menembakkan dua rudal balistik untuk menentang peringatan AS.(AFP / TASNIM NEWS / MAHMOOD HOSSEINI)
Rudal balistik jarak jauh Qadr saat peluncuran di kawasan Pegunungan bagian utara Iran, 9 Maret 2016. Iran mengatakan, angkatan bersenjatanya menembakkan dua rudal balistik untuk menentang peringatan AS.(AFP / TASNIM NEWS / MAHMOOD HOSSEINI) ()

Namun, media pemerintah Iran mengutip Komandan Garda Mohammad Ali Jafari, Minggu (8/10/2017).

Menyatakan, jika sanksi baru diterapkan, AS harus memindahkan basisnya di luar jangkauan rudal Iran, hingga sejauh 2.000 kilometer.

Pangkalan militer AS diketahui berlokasi di Bahrain, Irak, Oman, dan Afganistan, semua berjarak 500 kilometer dari perbatasan Iran.

Rudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016). (Press TV)
Rudal jarak jauh buatan Rusia, S-300, di situs nuklir Fordo, Iran tengah. Gambar diambil pada Minggu (28/8/2016). (Press TV) ()
Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help