Lagi Perahu Pengungsi Rohingya Terbalik, 12 Orang Dikabarkan Tewas

berlangsung. Pejabat Banglades mengatakan telah menemukan 10 jenazah anak-anak, seorang perempuan, dan seorang pria.

Editor: Yusmadi
Reuters via BBC Indonesia
Sebagian besar pengungsi Rohingya menuju Banglades melalui jalur darat, tapi ada sejumlah orang berupaya melintasi sungai dan laut menggunakan perahu reyot. 

SERAMBINEWS.COM, DHAKA -- Duabelas orang, 10 di antaranya anak-anak, tewas setelah sebuah perahu, yang dipadati pengungsi MuslimRohingya untuk menghindari aksi kekerasan di Myanmar, terbalik di sungai Naf, dekat Banglades.

Operasi penyelamatan korban saat ini masih berlangsung. Pejabat Banglades mengatakan telah menemukan 10 jenazah anak-anak, seorang perempuan, dan seorang pria.

(Baca: Warga Geumpang di Papua Ikut Nyumbang untuk Rohingya)

Jumlah penumpang perahu itu belum diketahui secara pasti. Namun, tentara penjaga perbatasan memperkirakan terdapat sekitar 40 hingga 100 orang menumpang perahu tersebut.

"Begitu banyak orang bersedia menumpang perahu yang sesak, amat mungkin di antara mereka ada orang-orang yang tidak bisa berenang,”  Evan Schuurman, juru bicara lembaga bantuan Save the Children.

“Mereka benar-benar mempertaruhkan nyawa agar bisa menyeberang ke Bangladesh," kata dia lagi.

Diwawancarai dari Banglades, Schuurman menegaskan, krisis Rohingya juga berarti "kondisi darurat untuk anak-anak".

(Baca: Derita Warga Rohingya)

"Salah satu hal yang tampak jelas dari berjalan melintasi kamp (pengungsian Rohingya) adalah anak-anak mengalami masalah emosional, mereka menderita trauma dan stres," ujar Schuurman.

Terbaliknya perahu pengangkut pengungsi Rohingya adalah insiden terkini yang menimpa komunitas tersebut.

Sebelumnya, pada September lalu, sekitar 60 orang meninggal dunia dalam peristiwa serupa.

Diperkirakan, lebih dari setengah juta orang Rohingya mengungsi dari negara bagian Rakhine di Myanmar menuju Banglades.

(Baca: Pengungsi Rohingya dan Imigran Global)

Sebagian besar mengungsi melalui jalur darat, tapi ada sejumlah orang berupaya melintasi sungai dan laut menggunakan perahu reyot. (*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved