Nek Fatimah Diduga Tewas Dibunuh
Fatimah Husen (70), warga Desa Janggoet Seungko, Kecamatan Jeunieb, Bireuen ditemukan tidak bernyawa
* Kepala Dibekap Mukena, Tangan Terikat ke Belakang
BIREUEN - Fatimah Husen (70), warga Desa Janggoet Seungko, Kecamatan Jeunieb, Bireuen ditemukan tidak bernyawa di kamar rumahnya di desa tersebut, Sabtu (14/10) sekira pukul 16.00 WIB. Korban diduga dibunuh karena saat ditemukan dalam posisi tangan terikat ke belakang dan muka ditutup tiga lapis kain.
Informasi yang dihimpun Serambi di lokasi kejadian, tadi malam, menyebutkan, sekira pukul 16.00 WIB kemarin, tetangga korban Maryam binti Rusli (25) bersama temannya Nuriah binti Isa (70), curiga karena Nek Fatimah tidak kelihatan sejak pagi di rumahnya, sehingga keduanya mencoba menjenguk ke rumah Nek Fatimah. Namun setelah sampai di dalam rumah, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di kamar tidur dengan kedua tangannya dalam keadaan terikat ke belakang. Kepala korban dibekap dengan mukena dan kain batik.
Setelah mengetahui kejadian tersebut, kedua saksi mata itu langsung melaporkan kepada warga lainnya dan warga kemudian menghubungi Polsek Jeunieb. Mendapat info tersebut, Kapolsek Jeunieb, Iptu Mahdi bersama anggotanya langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kemudian beberapa menit berikutnya, anggota Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Bireuen juga tiba di lokasi. Mereka langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Jeunieb untuk dilakukan visum. Hasil visum, korban luka memar di bibir atas dan bawah serta memar di bahu kiri, yang diduga kena benturan benda tumpul. Sekira pukul 19.00 WIB, jenazah korban kembali dibawa pulang ke rumah duka di Dusun Kuta, Desa Janggoet Seungko, Jeunib.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bireuen, Iptu Rizki Andrian SIK bersama sejumlah anggotanya, juga melakukan pengembangan untuk mencari pelaku yang diduga telah membunuh Nek Fatimah.
Kapolres Bireuen, AKBP Riza Yulianto SH SE, melalui Kapolsek Jeunieb, Iptu Mahdi Ahmad didampingi Kasat Reskrim Iptu Rizki Adrian SIK, kepada Serambi, tadi malam, menerangkan, pihaknya belum mengetahui motif pembunhan itu dan masih dalam penyelidikan.
“Saat ini kami belum mengetahui pelakunya dan masih melakukan pengembangan. Motifnya juga belum diketahui, tapi anggota sudah kita sebarkan ke lapangan untuk melakukan penyelidikan,” kata Kapolsek. “Diduga korban dibunuh, kita sedang menggali motifnya karena barang berharga milik korban tidak ada yang hilang,” imbuh Iptu Mahdi Ahmad.
Kasat Reskrim meminta kepada pelaku pembunuhan Nek Fatimah untuk segera menyerahkan diri sebelum ditangkap. “Kami imbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri. Kepada masyarakat atau keluarga korban yang mengetahui pelaku pembunuhan itu, segera melapor kepada aparat penegak hukum,” pinta Kasat Reskrim.(c38)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/melakukan-visum-terhadap-jenazah-nek-fatimah-husen-80_20171015_090227.jpg)