Soal Pabrik Semen Laweung, Ini Komentar Senator Ghazali Abbas Adan

"Silakan dicarikan jalan keluarnya, sehingga pembangunan pabrik tetap bisa berjalan,"

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Massa dari Gampong Kulee, Kecamatan Batee, Pidie, Sabtu (16/4/2016) mendatangi lokasi pembangunan pabrik semen di Buket Talek Dasanah di perbatasan Kecamatan Batee dan Muara Tiga. Kedatangan massa tersebut untuk menuntut ganti rugi tanah yang belum dibayar. 

Laporan Fikar W.Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Senator Aceh Ghazali Abbas Adan menyatakan sedih apabila rencana pendirian pabrik semen di Laweung, Pidie, Aceh, benar-benar terhenti.

"Saya dan juga banyak masyarakat sangat ingin pembangunan pabrik semen itu tetap dilanjutkan dan kelak akan memberi dampak yang baik bagi ekonomi masyarakat," katanya di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Perusahaan PT. Semen Indonesia Aceh (SIA) menyatakan menghentikan sementara pembangunan pabrik semen yang berlokasi di Laweung karena masih terkendala pembebasan lahan.

Baca: Pabrik Semen Laweung Macet, Pertanda Apa?

Pihak perusahaan menyatakan telah memiliki sertifikat seluruh lahan yang dijadikan pabrik. Namun di pihak lain masih banyak anggota masyarakat mengakui belum mendapat ganti rugi dan menganggap lahannya diserobot.

Menanggapi persoalan itu, senator Ghazali Abbas yang duduk di Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mengimbau, segera dicarikan jalan keluar dan diatasi secara baik.

"Silakan dicarikan jalan keluarnya, sehingga pembangunan pabrik tetap bisa berjalan," ujarnya.

Ia menyebutkan, sumber daya alam yang terdapat di Laweung merupakan anugerah Allah yang bisa diolah untuk kebaikan masyarakat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved