Soal Pabrik Semen, Rektor Unsyiah: Bek Sampe Ata Bak Bibi Rhot u Luwa

Menurutnya, investasi itu sudah jelas dan sudah teken semuanya, ia berharap jangan sampai hal itu gagal.

Soal Pabrik Semen, Rektor Unsyiah: Bek Sampe Ata Bak Bibi Rhot u Luwa
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Macetnya pembangunan pabrik semen di Laweueng dianggap menjadi preseden buruk bagi iklim investasi di Aceh.

Karena, jika PT Semen Indonesia Aceh (SIA) itu gagal dibangun di Laweueng, maka ini akan menjadi contoh bagi para investor lainnya yang akan ‘menambangkan uang’ di Aceh.

“Bek sampe ata bak bibi rhot u luwa (jangan sampai sudah di bibir tapi jatuh ke luar),” kata Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng, saat berkunjung ke Serambi Indonesia, Rabu (18/10/2017).

(Baca: Soal Pabrik Semen Laweung, Ini Komentar Senator Ghazali Abbas Adan)

Menurutnya, investasi itu sudah jelas dan sudah teken semuanya, ia berharap jangan sampai hal itu gagal.

“Ini akan menjadi contoh bagi investor lain di masa yang akan datang,” tambahnya.

Oleh sebab itu, pemerintah provinsi (pemprov) diminta untuk segera bertindak dan mengabil alih persoalan tersebut.

“Negara harus hadir, jika pemerintah kabupaten tidak sanggup, maka ini harus diambil alih pemerintah provinsi,” kata Samsul Rizal.

(Baca: Pabrik Semen Laweung Macet, Pertanda Apa?)

Sebagaimana diketahui, pembangunan pabrik semen dengan total anggaran Rp 300 miliar itu saat ini dihentikan sementara, karena terbelit persoalan pembebasan lahan.

Hal itu juga dikatakan oleh Dirut PT SIA, Ir Bahar Samsu beberapa waktu lalu. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help