Selasa, 14 April 2026

Advertorial

Abdullah Puteh Dukung Pemanfaatan Lahan Tidur

Dari 15 hektare lahan miliknya, 10 hektare ditanami jagung, sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan tidur.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/ZUBIR
Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh memetik jagung pada panen perdana di lahan miliknya, di Desa Seuneubok Meureudu, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (2/11/2017). 

MANTAN Gubernur Aceh periode tahun 2000-2004 yang juga mencalonkan diri Pilkada lalu, Abdullah Puteh, melakukan panen perdana jagung di lahan miliknya yang berada di Desa Seuneubok Meureudu, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (2/11).

Tanaman jagung ini dikelola oleh Kelompok Tani Damai Aceh bekerjasama dengan Koramil Idi Tunong Kodim 0104/Aceh Timur.

Panen perdana jagung jenis hybrida itu juga dihadiri Asisten I Pemkab Aceh Timur, Usman Rahman, Dandim 0104/Aceh Timur, Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, Kapolres Aceh Timur, AKBP Rudi Purwiyanto SIK, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ir M Syahrul, dan tokoh masyarakat setempat.

Abdullah Puteh yang akrab disapa Bang Lah ini memaparkan, penanaman jagung tersebut itu telah dilakukan tiga bulan lalu dan kini memasuki waktu panen.

(Baca: Abdullah Puteh Panen Jagung di Idi Tunong, Luas Lahan 15 Hektar, Hasilnya Dihibahkan ke Masyarakat)

Dari 15 hektare lahan miliknya, 10 hektare ditanami jagung, sebagai upaya untuk memanfaatkan lahan tidur.

"Hasilnya lumayan. Karena setiap satu hektare diperoleh jagung sekitar 5-6 ton. Jagung hasil panen ini semuanya saya hibahkan kepada masyarakat dan kelompok tani di sini," ujarnya.

Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh (kanan) melakukan panen jagung perdana di lahan miliknya, di Desa Seuneubok Meureudu, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (2/11/2017) 
Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh (kanan) melakukan panen jagung perdana di lahan miliknya, di Desa Seuneubok Meureudu, Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (2/11/2017)  (SERAMBI/ZUBIR)

Menurut Abdullah Puteh, tujuannya mengembangkan tanaman jagung ini bukan untuk meraup keuntungan pribadi, melainkan untuk mendukung masyarakat memanfaatkan lahan tidur sambil memberi pencerahan bahwa usaha di bidang pertanian, sebenarnya sangat menguntungkan dan memiliki prospek yang menjanjikan.

Apalagi lahan yang ada di wilayah Aceh, termasuk Aceh Timur, masih banyak yang telantar (lahan tidur-red).

"Jika masyarakat mau menanam jagung saja, 1 hektare bisa menghasilkan jagung 6 ton. Bayangkan jika ditanami di lahan 10 hektare, maka hasilnya 60 ton. Kalikan Rp 4 ribu/Kg, masyarakat bisa memperoleh keuntungan Rp 240 juta," ungkapnya.

(Baca: Aceh Jaya akan Bangun Sentral Produksi Nilam)

Selain itu, tanaman jagung juga memiliki kelebihan. Yaitu masa panen bisa dilakukan dalam waktu hanya 3 bulan, dan tanaman ini termasuk tanaman memiliki ketahanan dari gangguan hama.

Pengembangan tanaman padi, menurutnya juga tak kalah menggiurkan. Setiap lahan seluas 1 hektare bisa menghasilkan sekitar 10 ton. Saat ini harga jual gabah terendah Rp 5 ribu/Kg, jika dikalikan 10 ton berarti bisa menghasilkan pendapatan Rp 50 juta.

Ia pun berpesan kepada pimpinan pemerintah daerah agar lebih maksimal mendorong masyarakat untuk sungguh-sungguh mengelola sektor pertanian.

Hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, adalah persoalan modal bagi petani miskin. Meskipun memiliki tanah tapi tak punya modal usaha, mustahil petani bisa mengebangkan sektor pertanian ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved