SerambiIndonesia/

AHY Histeriskan Ribuan Mahasiswa

Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY membuat decak kagum

AHY Histeriskan Ribuan Mahasiswa
Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) foto bersama ribuan mahasiswa usai memberi kuliah umum program AHY Saweu Aceh di gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh, Senin (13/11). SERAMBI/ SUBUR DANI 

BANDA ACEH - Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono yang akrab disapa AHY membuat decak kagum mahasiswa saat memberi kuliah umum di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (13/11). Putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden keenam Indonesia itu membuat ribuan mahasiswa, terlebih mahasiswi, histeris dan heboh.

Pesona ketampanan AHY memantik teriakan-teriakan heboh hadirin yang didominasi mahasiswi. Ia begitu dielu-elukan. Tak hanya itu, intelektualitas dan emosional AHY saat menyampaikan kuliah umum menjadi pemikat tersendiri. Ia tampak sangat komunikatif dan berhasil mengendalikan suasana dan menghiptonis audiens.

Suami dari Annisa Larasati Pohan ini tiba di Banda Aceh sejak kemarin untuk melaksanakan program “AHY Saweu Aceh” bersama TYI selama tiga hari, 13-15 November. Sedikitnya ada 12 agenda yang akan ia lakukan di Aceh, di antaranya kuliah umum di Unsyiah serta di Gedung Meusapat Ureung Pidie (hari ini), maupun di Kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara (besok).

Amatan Serambi, AHY tiba di Banda Aceh sekira pukul 09.00 WIB melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar. Ia disambut Rektor Unsyiah, Prof Dr Samsul Rizal MEng, Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya dan Muslim SH, serta sejumlah politisi lainnya.

Dari Bandara SIM, AHY langsung menuju Kampus Unsyiah di Darussalam. Di tempat ini ribuan mahasiswa-mahasiswi menanti-nantikan kedatangan alumnus Harvard University ini.

Tiba di Fedung AAC Dayan Dawood, AHY dipakaikan kupiah meukeutop (kopiah khas Teuku Umar) oleh Rektor Unsyiah. Seusai beristirahat sejenak di ruang VVIP gedung mewah itu, AHY masuk ke ruang tempat acara. Ribuan mahasiswa yang memadati ruangan berteriak histeris. “AHY, Mas AHY, AHY, heeeeee, ya Allah ganteng kali kok,” kata beberapa mahasiswi sambil merekam AHY dengan kamera telepon pintar.

Kuliah umum AHY bertemakan Peran Mahasiswa dalam Pembangunan dan Kemajuan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045. AHY mengaku bangga bisa berdiri di depan ribuan mahasiswa Aceh. Ia juga mengaku senang bisa kembali ke Aceh setelah terakhir berada di Aceh (tepatnya di Manggamat, Aceh Selatan) saat masih bertugas sebagai prajurit TNI tahun 2003 silam. “Saya bangga bisa berada di bumi Aceh lagi hari ini. Saya bangga, apalagi salah seorang perempuan hebat berasal dari Aceh, yaitu Laksamana Keumalahayati baru saja ditetapkan sebagai pahlawan nasional,” katanya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Saat presentasi, AHY tampak tak mau diam di tempat. Ia bergerak ke sana-kemari, menghampiri mahasiswa dan mahasiswi. Momen itu dimanfaatkan mahasiswi untuk merekam AHY dengan kamera hp, bahkan sebagian ada yang minta selfie. “Apa? Selfie ya? Ayok,” kata AHY sambil membungkukkan badannya yang jangkung untuk berswafoto. Sebagian yang lain berteriak histeris, mungkin karena cemburu tak bisa selfie dengan AHY.

Dalam paparannya, AHY mengatakan, saat ini masyarakat dunia, khususnya Indonesia, tak bisa memungkiri kecanggihan teknologi, bahkan arus informasi begitu cepat dan semakin instan. “Sekarang kita terima pesan melalui gadget, lalu dengan mudah kita bagikan tanpa mengetahui benar atau tidak informasi tersebut, benar kan?” tanya AHY. Disahut “Benar” oleh hadirin.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa dan pemuda Aceh yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, untuk tetap berhati-hati. Menurutnya, tidak jarang kecanggihan itu dimanfaatkan untuk kejahatan atau kriminal oleh pihak tertentu. “Dulu disebut mulutmu harimaumu, sekarang justru jempolmu harimaumu,” katanya.

Begitupun, sebut AHY, teknologi adalah salah satu yang bisa membawa perubahan besar bagi masa depan Indonesia dengan cara memositifkan penggunaannya untuk hal-hal tertentu demi kemajuan Indonesia. “Kita dianugerahi sumber daya dalam yang luar biasa, ini juga modal untuk kemajuan Indonesia menyongsong era keemasan Indonesia tahun 2045,” katanya.

Di samping itu, AHY juga mengajak mahasiswa Aceh untuk menjaga dan merawat perdamaian dan terus melakukan hal-hal kreatif untuk kemajuan Aceh dan Indonesia. Menurutnya, salah satu prasyarat untuk mencapai Indonesia Emas 2045 adalah maju dan mendunia. AHY memberikan contoh negara sahabat seperti Korea Selatan sebagai negara dengan peradaban yang maju, produk-produknya unggul, termasuk budayanya yang belakangan mendunia.

“Nah, Indonesia juga harus terus mencari, menggali produk-produk unggulan kita. Kita punya banyak warisan leluhur dan semua itu bernilai tinggi,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara kuliah umum itu, antara lain, Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dr Samsul Rizal MEng, Wali Nangroe Malik Mahmud Al-Haythar, istri Wakil Gubernur Aceh Dyah Erti Idawati, Wakil Rektor I UIN Ar-Raniry Dr Muhibbuththavry MA, Anggota DPR RI asal Aceh, Teuku Riefky Harsya dan Muslim SH, unsur Pimpinan DPRA, Dalimi SE dan Sulaiman Abda MSi, dan sejumlah tokoh Aceh lainnya.

Seusai kegiatan di Unsyiah, AHY juga menggelar kegiatan singkat bersama para selebgram Aceh di Museum Tsunami, dilanjutkan pertemuan dengan ulama se-Aceh di Hotel Mekkah, shalat Magrib di Masjid Raya Baiturrahman, shalat Isya di Masjid Baitussalihin Ulee Kareng, serta ngopi bersama awak media di Warung Kopi Solong. Hari ini, AHY dijadwalkan akan menuju Pidie, seterusnya ke Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help