Polisi belum Berhasil Bekuk Pemodal Tambang Emas Ilegal

Tiga buronan Polres Pidie, yaitu Hamdani alias Teungku (40), Iwan (38), Saiful (45) belum berhasil dibekuk untuk

Polisi belum Berhasil Bekuk Pemodal Tambang Emas Ilegal
ANDY NUGRAHA SETIAWAN SIREGAR, Kapolres Pidie 

SIGLI - Tiga buronan Polres Pidie, yaitu Hamdani alias Teungku (40), Iwan (38), Saiful (45) belum berhasil dibekuk untuk mempertanggungjawabkan aktivitas mereka di lokasi tambang emas ilegal

di aliran sungai dalam kawasan hutan lindung Cot Kuala, Kecamatan Tangse, Pidie. Buronan bernama Teungku merupakan pemilik modal di usaha penambangan tersebut.

Hamdani alias Teungku merupakan warga Kecamatan Mila. Sedangkan Iwan, warga Gampong Jurong Anoe, Kecamatan Padang Tiji selaku pemilik beko (eskavator). Seorang lainnya, Saiful (45), warga Gampong Beungga, Kecamatan Tangse berperan sebagai pengawas lapangan.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK yang dihubungi Serambi, Sabtu (18/11) mengatakan nama ketiga tersangka dikantongi polisi setelah menangkap enam buruh tambang liar dalam penertiban yang dilancarkan, Selasa 31 Oktober hingga Kamis 2 November 2017 di hutan lindung Tangse, Mane, dan Geumpang.

Enam buruh yang ditangkap yaitu Fadli bin Abdullah (42) warga Gampong Blang Dhot, Zulfahnur bin Abdullah (21) warga Gampong Pulo Baro, Munawir bin Anwar (32) warga Gampong Pulo Mesjid 1, T Bustami bin T Jamaluddin (33) warga Gampong Pulo Sejahtera, Kecamatan Tangse, Muhammad Handoko (33) warga Padang Cermin, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Umar bin Muhammad (28) warga Gampong Dayah Peudaya, Kecamatan Padang Tiji.

Kapolres Pidie mengakui, hingga Sabtu kemarin pihaknya belum berhasil membekuk Hamdani alias Teungku sebagai pemodal dalam aktivitas tambang liar tersebut. Polisi telah menelesuri jejak Hamdani di Kecamatan Mila, namun belum tertangkap. Tersangka lainnya, Iwan selaku pemilik beko dan Saiful sebagai pengawas lapangan juga belum berhasil diringkus. “Ketiganya sudah dimasukkan dalam DPO polisi,” kata Kapolres Pidie.

Mengenai proses hukum terhadap keenam buruh tambang liar yang ditangkap oleh tim penertiban telah memasuki tahap pemeriksaan saksi dari Dinas Kehutanan Aceh. Karena secara teknis, dinas tersebut lebih mengetahui aktivitas pelaku tambang liar (illegal mining) yang telah merusak kawasan hutan lindung.

“Kita mempercepat menyusun kelengkapan BAP sehingga kasus tambang liar cepat lengkap atau P-21. Target kita sebelum Desember harus sudah lengkap berkasnya,” demikian Andy Nugraha Siregar. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help