Sumur Minyak Meledak

Sumur minyak bekas peninggalan Belanda di kilometer 11 Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak

Sumur Minyak Meledak
NUDIR (35) korban ledakan sumur minyak bekas peninggalan Belanda di kawasan hutan kilometer sebelas di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, saat ditangani tim medis di RSUD DR Zubir Mahmud, Aceh Timur. Ledakan itu terjadi Rabu (29/11) sekitar pukul 13.30 WIB. 

* Seorang Warga Kritis

IDI-Sumur minyak bekas peninggalan Belanda di kilometer 11 Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, meledak pada Rabu (29/11) lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Akibatnya, seorang pekerja yakni Nudir (35), warga Gampong Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, mengalami luka serius di bagian wajah dan paha.

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Aiyub, mengatakan, korban baru tiba di Puskesmas Ranto Peureulak pukul 22.00 WIB, karena akses jalan yang ditempuh tim evakuasi sulit dilalui. “Setiba di Puskesmas Ranto Peureulak, korban langsung dirujuk ke RSUD dr Zubir Mahmud Idi,” kata Iptu Aiyub.

Iptu Aiyub menerangkan, sumur minyak tersebut merupakan bekas peninggalan Belanda. Katanya, Rabu (29/11) sekira pukul 13.00 WIB, korban bersama sejumlah temannya melakukan cuci sumur atau telaga minyak bekas peninggalan Belanda. Tiba-tiba saat itu, jelas Iptu Aiyub, muncul suara gemuruh dari dalam sumur. Teman-teman korban yang mendengar hal itu langsung menjauhkan diri dari sumur, sedangkan korban tetap berada di dekat sumur itu.

“Tiba-tiba terjadi ledakan, sehingga korban terpelanting. Korban juga mengalami luka serius,” terang Iptu Aiyub seraya menyebutkan, korban langsung dievakuasi oleh teman-temannya ke perkampungan dengan cara ditandu.

Informasi lain yang diperoleh Serambi, luka parah yang diderita korban karena terkena serpihan penutup sumur. Sumur minyak itu berupa pipa besi, yang tertutup rapi dengan diikat baut. “Saat penutup ini dibuka paksa kemudian meledak. Serpihannya mengenai korban,” ungkap sumber Serambi yang ikut mengevakuasi korban.

Sekitar pukul 23.00 WIB, Nudir tiba di RSUD dr Zubir Mahmud yang dirujuk dari Puskesmas Ranto Peureulak. Setelah mendapat pertolongan pertama dari tim medis setempat, sekitar pukul 24.00 WIB, korban dirujuk ke RS Adam Malik di Medan. “Rencananya dirujuk ke RS Zainal Abidin Banda Aceh, tapi karena alasan terlalu jauh, pihak keluarga meminta korban dirujuk ke RS Adam Malik,” ungkap petugas medis di ruang IGD RSUD dr Zubir Mahmud.

Tim medis tersebut mengatakan, dokter bedah telah memeriksa kondisi korban. Tapi, karena tidak sanggup menangani, makanya korban dirujuk. “Tapi, pertolongan pertama terhadap korban sudah dilakukan,” ungkapnya, seraya menyebutkan bahwa korban mengalami luka robek di bagian pipi dan paha.

Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto melalui Kapolsek Ranto Peureulak, Iptu Aiyub, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelidiki teman korban yang terlibat bekerja di sumur minyak bekas peninggalan Belanda tersebut.

“Kita juga sedang menyelidiki siapa yang memiliki lahan tersebut, termasuk donatur yang menyuruh mereka bekerja,” ungkap Iptu Aiyub kepada Serambi, Kamis (30/11). Saat ditanya apakah kondisi sumur menyeburkan migas, Kapolsek mengaku belum mengetahuinya, karena petugas sedang menuju TKP. Kapolsek mengatakan, akses jalan ke TKP sangat sulit dan tidak bisa dilalui kendaraan, apalagi kondisi juga sedang hujan.

“Kita sudah meminta masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di sekitar sumur tersebut,” ungkap Iptu Aiyub.

Saat ini, jelas Iptu Aiyub, Pemkab Aceh Timur melalui perusahaan daerahnya yaitu PT Timur Kawai Energi sedang menggagas kerja sama operasional (KSO) dengan PT Pertamina untuk mengelola Blok Peureulak.

Nanti Pemkab juga akan menyosialisasikan kepada masyarakat bagaimana cara kerja untuk mengelola sumur-sumur minyak di daerah ini. Kapolsek mengatakan, sejauh ini warga yang bekerja di sumur minyak yang meledak ini belum mengeluarkan hasil apa pun. Mereka baru tiga hari bekerja untuk mencari bahan bakar di bekas sumur peninggalan Belanda itu.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved