Sabtu, 18 April 2026

Boromania Serang Aceh United

Skuadra Aceh United memastikan tiket ke semifinal Liga 3. Kepastian itu diperoleh setelah menang dramatis

Editor: bakri
ZAINI YUSUF, Presiden Klub Aceh United FC 

* Pemain Dievakuasi Pakai Truk Polisi

BANDA ACEH - Skuadra Aceh United memastikan tiket ke semifinal Liga 3. Kepastian itu diperoleh setelah menang dramatis atas tim Persibo Bojonegoro, 2-1, di Stadion Citarum, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Hanya saja, kemenangan tersebut berbuntut panjang. Sejenak pengadil asal Semarang, Juwari, mengakhiri pertandingan menentukan tersebut, seratusan penonton masuk ke lapangan. Boromania---suporter fanatik Persibo--langsung menyerang pemain Aceh United, dan juga perangkat pertandingan.

Serangan ratusan Boromania sangat mengejutkan Heni Musawir dkk. Di mana usai peluit akhir wasit Juwari, anak-anak Tanah Rencong masih berada di dalam lapangan. Muhammad Irfan cs ada yang berdoa, serta sujud syukur atas keberhasilan lolos ke semifinal. Tapi saja belum usai mereka berdoa, pemain Aceh United harus kabur guna menghindari kejaran suporter lawan.

“Mereka langsung lompat pagar. Tanpa ada komando, ratusan suporter menyerang pemain kita. Beruntung anak-anak lari menyelamatkan diri ke bench. Setelah itu, pemain digiring untuk masuk ke ruang ganti guna menghindari aksi anarkis suporter lawan,” sebut Presiden Klub Aceh United FC, HM Zaini Ysuf ST yang dihubungi Serambi tadi malam melalui saluran telepon dari Semarang.

Setelah berada di ruang ganti pemain, lanjut Zaini, ternyata mereka belum aman. Suporter Laskar Angling Dharma--julukan Persibo--tetap saja mengamuk. Mereka terus melempar ruang ganti pemain Aceh United dengan batu, botol mineral, serta benda tajam. “Guna menyemaltkan diri, pemain dan oficial terpaksa masuk ke dalam empat kamar mandi sembari menunggu kedatangan petugas keamanan,” ungkap Zaini.

Mengamuknya suporter Persibo, memaksa tim Aceh United FC terkurung selama dua jam dalam stadion. Meski petugas keamanan telah datang ke Stadion Citarum, Boromania tetap bersikeras berada di sana buat menunggu Muhammad Taufiq Aqsar dkk, dan wasit Juwari dkk.

Sementara Ofisial Aceh United FC, Bukhari Sufi melaporkan, akibat ratusan suporter tersebut ngotot di stadion, petugas keamanan pun harus melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun, upaya polisi sama sekali tak menyurutkan nyali Boromania.

“Karena kita sudah terkurung selama dua jam, dan waktu sudah masuk shalat maqrib, akhirnya petugas keamanan pun melepaskan anjing ke arah suporter untuk mengganggu konsentrasi massa. Setelah suporter lari menyelamatkan diri, tim langsung dievaluasi dengan truk polisi ke hotel,” lapor Bukhari Sufi.

Dalam duel sengit itu, Aceh United lebih dulu kebobolan lewat Hasan Basri pada menit 22. Gol pemain Persibo itu dilesatkan setelah dia sukses melewati dua pemain bawah lawan. Pada menit 36, Aceh United menyamakan kedudukan berkat tandukan Arianto. Gol ini berawal dari tendangan bebas Muhammad Taufik Aqsar.

Ketika pertandingan akan berakhir 1-1, kubu Aceh United FC bersorak gembira. Pasalnya, di masa injury-time, Arianto kembali melesatkan gol penentu. Gol yang memastikan tiket ke semifinal diperoleh usai tendangan pojok Mudasir diakhiri tandukan akurat Arianto. Gol pada menit akhir itu langsung meruntuhkan semangat besutan I Putu Gede-Jordi Kartiko.

Bagi Arianto, dua gol ke gawang Persibo mengukuhkan dirinya sebagai topskor di kubu Aceh United. Hingga enam partai yang sudah dilakoni di Liga 3, pemain asal Lhokseumawe ini berhasil mencetak lima gol.

Sebelumnya, di pertandingan babak penyisihan grup B, Persibo mampu menahan imbang Aceh United 2-2.

Pada bagian lain, Presiden Klub Aceh United FC, Zaini Yusuf kepada Serambi tadi malam mengakui, kalau pihaknya secara resmi menyurati PSSI. Di mana, mereka meminta federasi sepak bola Indonesia segera memindahkan pertandingan babak semifinal antara Aceh United dengan tuan rumah Persik Kendal, Jawa Tengah, Jumat (15/12) besok.

“Di semifinal besok, kita akan bertemu dengan Persik Kendal. Namun kita harus bermain di Stadion Utama Kebondalem. Padahal itu adalah markas Persik Kendal. Supaya pertandingan fair-play, kita meminta PSSI memindahkan ke Stadion Wergu di Kota Kudus,” sebutnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved