Polda Kawal Ketat Pilkada
Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan akan memberi pengamanan ketat untuk pelaksanaan
* Siap Turunkan Personel Sesuai Kebutuhan
BANDA ACEH - Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memastikan akan memberi pengamanan ketat untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di Kabupaten Pidie Jaya, Subulussalam, dan Aceh Selatan.
“Alhamdulillah Pilkada 2017 kemarin berlangsung aman, pengamanannya juga berlangsung ketat. Insya Allah untuk Pilkada 2018 kita juga akan mengawal dan mengamankan seluruh tahapan Pilkada,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Munauwar kepada Serambi, Sabtu (16/12).
Dalam pelaksanaan pengamanan dimaksud, Polda Aceh lanjutnya, akan berkoordinasi dengan masing-masing Polres dan atas instruksi Mabes Polri.
Berapa jumlah personel yang akan diturunkan? Mishabul mengaku, saat ini Polda Aceh masih belum menentukan berapa total personel yang akan dikerahkan untuk pengamanan. Meski demikian, Polda sudah bisa memprediksi beberapa hal sesuai dengan deteksi dini intelijen di lapangan.
“Total pasukan belum ada, tapi kita sudah siapkan. Nanti berapa total pasukan yang akan dikerahkan tergantung berapa kebutuhan,” kata Kombes Misbahul.
Untuk diketahui, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI sebelumnya sudah melakukan pemetaan kerawanan Pilkada 2018 di Aceh, yang berlangsung di Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Selatan, dan Kabupaten Pidie Jaya.
Menurut Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mohammad Afifuddin, berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (lKP) Pilkada 2018, ke tiga daerah tersebut masuk kategori rawan sedang dan rendah.
Kota Subulussalam masuk kategori rawan sedang dengan indeks 2.31, diikuti Pidie Jaya 2,04 dan Aceh Selatan dengan indeks 1,99 (rendah).
“Kota Subulussalam menempati urutan pertama. Kontribusi tertinggi berasal dari dimensi partisipasi dengan indeks kerawanan 2,61. Kerawanan ini muncul akibat rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengawasan pilkada (3,50),” ujar Afifuddin di Jakarta.
Menurut Afif, partisipasi lembaga pemantau pemilu, CSO, NGO, dan ormas yang peduli soal kepemiluan hanya muncul pada saat pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden 2014 lalu. Sedangkan pilkada sebelumnya tidak muncul. Demikian juga pada dimensi kontestasi, juga terdapat potensi kerawanan pada variabel kampanye (3,00) dan variabel kekerabatan (3,00) di Kota Subulussalam.
Pada pemilihan sebelumnya kata Afif, muncul upaya provokasi melalui isu kesukuan yang cenderung selalu digunakan.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Munauwar, juga menyampaikan bahwa saat ini Karo Ops Polda Aceh sedang berada di Jakarta untuk persiapan pengamanan tahun baru di seluruh provinsi di Indonesia. Untuk beberapa daerah, bisa jadi akan dibahas sekaligus tentang persiapan pengamanan untuk tahapan Pilkada 2018.
“Jadi kita sedang tunggu instruksi dari Mabes Polri juga soal jumlah personel. Nanti kita lihat dulu, apa perlu penambahan BKO dari luar atau cukup dari Polda saja, itu belum ada instruksi,” sebutnya.
Meski demikian, sejak saat ini Polda Aceh dikatakannya sudah mempersiapkan pengamanan yang ketat untuk semua tahapan, termasuk akan mengawal semua TPS saat pencoblosan nanti.
“Ini kita fokus untuk pengamanan tahun baru dulu, tapi untuk pengamanan Pilkada 2018 kita juga sudah siap-siap. Nanti lebih jelasnya seperti total pasukan dan soal persiapan lainnya juga akan kita sampaikan ke pihak media,” pungkas Kombes Pol Misbahul Munauwar. (dan/yos/**)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mengamankan-tempat-pemungutan-suara-tps-pilkada-2017_20170211_091807.jpg)