Berita Langsa
421 Keluarga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang Terima Bantuan PKPA dan Mercy Relief
55 keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan—seperti keluarga dengan ibu hamil, lansia berusia di atas 70 tahun, balita, dan penyandang disabilitas
Penulis: Zubir | Editor: Nur Nihayati
55 keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan—seperti keluarga dengan ibu hamil, lansia berusia di atas 70 tahun, balita, dan penyandang disabilitas
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM, KOTA LANGSA – Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) dengan dukungan Mercy Relief Singapura, melaksanakan pendistribusian bantuan kemanusiaan di empat desa di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Koordinator Lapangan Program SuFRA Phase 2, Muhammad Khadafi, Senin (13/4/2026), menyebutkan, keempat yang mendapat bantuan lembaga kemanusiaan ini yaitu Desa Baling Karang, Desa Juar, Desa Pematang Durian, dan Desa Tanjung Gelumpang.
Kegiatan yang dilakukan Minggu (12/4/2026) itu, pertama di Desa Baling Karang, sebanyak 90 kepala keluarga menerima paket shelter kits yang terdiri dari tilam, gergaji tangan, paku, dan martil.
Selain itu, 55 keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan—seperti keluarga dengan ibu hamil, lansia berusia di atas 70 tahun, balita, dan penyandang disabilitas, juga menerima tambahan paket hygiene kits.
Baca juga: IAIN Langsa Buka Pendaftaran Jalur UM-PTKIN, Kuota Maba 1.200, Ini Jadwal Tesnya
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Juar dengan total 105 kepala keluarga penerima manfaat mendapatkan paket shelter kits, termasuk keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan turut memperoleh tambahan paket hygiene kits.
Sementara itu, di Desa Pematang Durian, bantuan disalurkan kepada 115 kepala keluarga, dengan rincian 79 kepala keluarga menerima paket hygiene kits dan 36 kepala keluarga yang tergolong dalam kelompok rentan menerima paket shelter kits.
Di Desa Tanjung Gelumpang, sebanyak 131 kepala keluarga menerima paket hygiene kits, serta 81 keluarga yang termasuk dalam kelompok rentan mendapatkan paket shelter kits.
Meskipun tim distribusi menghadapi kendala di lapangan, termasuk kendaraan yang terjebak di genangan lumpur selama lebih dari 5 jam, menyebabkan keterlambatan tiba ke lokasi.
"Distribusi baru dapat dilaksanakan pada malam hari, masyarakat tetap menunjukkan antusiasme tinggi dan menyambut baik kegiatan tersebut," jelasnya.
Khadafi menambahkan, proses distribusi dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan pendataan yang telah dilaksanakan oleh tim lapangan melalui koordinasi dengan pemerintah desa.
Pihaknya memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dengan memprioritaskan keluarga yang paling terdampak dan kelompok rentan.
Perwakilan masyarakat di masing-masing desa juga menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.
Selain bantuan logistik, masyarakat menerima bantuan kebutuhan lanjutan berupa peralatan pertukangan untuk mendukung perbaikan rumah yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November tahun lalu.
Selama proses pendistribusian, tim secara konsisten memprioritaskan keluarga dengan anggota kelompok rentan guna memastikan bantuan dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan. (*)
Baca juga: Pemerintah Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana, Bupati Safaruddin Imbau Warga Abdya Waspada
| Tim PkM FKIP Unsam Pulihkan Sanitasi dan Air Bersih di Daerah Terdampak Banjir Aceh Tamiang |
|
|---|
| Ruko Bengkel Mobil di Jalan Lintas Nasional Langsa Kota Terbakar, Api Cepat Dipadamkan Tim Damkar |
|
|---|
| Asesmen Lapangan Prodi BKPI FTIK IAIN Langsa Ditutup, Hadirkan Dua Profesor |
|
|---|
| Relawan PGX Aceh Kritik Komisi III DPR RI: Jangan Tutup Mata Konflik Warga Cot Gireuk dan PTPN 4 |
|
|---|
| Sinergi 3 Lembaga Perkuat Paralegal Desa di Langsa, Keadilan Tak Boleh Lagi Jauh dari Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/korban-banjir-1404.jpg)