Citizen Reporter
Tip Berburu Kuliner di Jepang
MEMASUKI Desember di Jepang, angin musim dingin bertiup kencang. Daun-daun yang semula berwarna kuning
OLEH SHITI MAGHFIRA, alumnus Japanese Class of Kougetsu School Aceh, melaporkan dari Jepang
MEMASUKI Desember di Jepang, angin musim dingin bertiup kencang. Daun-daun yang semula berwarna kuning, merah, ataupun cokelat mulai berguguran. Di sebagian tempat, warna-warni dedaunan masih terlihat indah. Di sebagian tempat lainnya malah sudah ditutupi salju. Putih salju dan dedaunan musim gugur menyatu, menjadikan satu lanskap yang menakjubkan.
Musim menjadi suatu daya tarik tersendiri jika kita bepergian ke negara yang terdiri atas empat musim. Tiap musim memiliki keistimewaan masing-masing. Begitu pula dengan suasana tempat yang akan kita kunjungi. Selain pilihan tempat dan musim, mengeksplor kuliner khas negara tersebut juga menjadi hal yang patut dicoba. Jepang sendiri memiliki makanan khas pada setiap musimnya. Misalkan saja pada musim semi, musim yang terkenal dengan sakura ini menyediakan kue mochi yang berisi sakura yang telah diolah. Begitu juga di musim gugur atau musim dingin, tersedia yaki imo atau ubi bakar yang tidak dijual di musim lain.
Jika menyebut makanan Jepang, pastilah yang terlintas di kepala kita, sushi. Makanan berupa daging ikan segar seperti salmon atau tuna yang diiris tipis, kemudian ditaruh di atas segumpal nasi yang telah diberi cuka ini sangat populer di seluruh dunia.
Ada juga nasi yang digulung kemudian di dalamnya berisi makanan laut seperti daging dan sayuran mentah yang dicampur dengan garam, cuka, serta gula yang dibalut dengan lembaran nori atau rumput laut. Kandungan pada daging mentah ini dipercaya memiliki banyak manfaat.
Selain sushi, Jepang juga memiliki hidangan tradisional yang disajikan segar (tidak dimasak), yaitu sashimi. Jenis kuliner ini harganya lumayan mahal di Jepang. Makanan yang terbuat dari ikan laut segar ini biasanya disajikan saat masih mentah dan dinikmati bersama kecap asin dan perasan lemon.
Secara umum, masakan tradisional Jepang dikatakan merupakan makanan yang menyehatkan karena cukup protein, relatif rendah kalori, dan mengandung zat-zat gizi yang penting. Pada prinsipnya, masakan Jepang dibuat dengan tidak terlalu banyak bumbu dan tidak memakan banyak waktu. Beberapa makanan Jepang pun disajikan secara mentah. Begitu juga dengan sayuran.
Bagi kita orang Indonesia, tentu makanan Jepang yang tak banyak menggunakan rempah-rempah tersebut terasa hambar di lidah, tapi tetap memiliki rasa tersendiri. Selain sushi dan sashimi yang asing bagi kita, Jepang juga memiliki makanan yang mirip dengan makanan Indonesia, yaitu tenpura dan karaage.
Jika di Indonesia, tenpura ini bisa diasumsikan dengan pisang gorengnya Jepang. Tapi di Jepang, bukan pisang, atau tempe, atau tahu yang digoreng, melainkan jenis sayuran seperti wortel, labu, atau sejenis seafood seperti udang yang dicelupkan ke dalam adonan tepung dan telur, kemudian digoreng.
Sama halnya dengan karaage, makanan yang cara memasaknya mirip dengan tenpura ini juga tidak kalah lezat. Makanan ini berupa potongan daging ayam fillet yang dibumbui dengan kecap dan garam, ditaburi dengan tepung, lalu digoreng dalam minyak. Kata lainnya adalah ayam goreng versi Jepang, tapi rasanya sangat berbeda.
Selain keempat jenis makanan tersebut, Jepang juga terkenal dengan jenis minya. Misalnya udon yang terbuat dari tepung terigu dan memiliki ukuran yang lebih besar dari jenis mi di Indonesia. Dihidangkan dengan sup kaldu yang kadang berisi tahu atau tenpura. Udon pun memiliki berbagai varian rasa yang nikmat.
Kuliner Jepang lainnya yang mungkin sering kita dengar ialah dorayaki. Makanan kesukaan Doraemon ini berbentuk bulat, adonannya mirip seperti pancake, dan berisi kacang merah. Kue ini sangat mudah ditemui di Jepang. Hampir semua convenience store menjualnya dengan harga yang terjangkau.
Pernah dengar istilah nasi kepal? Nasi yang dibentuk seperti bola atau segitiga ini disebut onigiri. Di dalamnya diisi salmon, ayam, atau umeboshi (dried plum), kemudian dibungkus dengan nori (rumput laut). Jika baru pertama kali memakannya, pilihlah tuna dengan mayonese, atau ayam mayonese, karena rasanya sangat familiar dengan lidah Indonesia. Makanan ini pun sangat mudah dijumpai di Jepang tanpa harus datang ke restoran. Tersedia di convenience store atau kita bisa membelinya di vending machine.
Okonomiyaki dan takoyaki pun menjadi makanan yang cukup terkenal di Indonesia. Okonomiyaki ialah makanan tradisional dari Hiroshima yang terdiri atas telur dadar yang dicampur dengan sayuran seperti kubis dan wortel, daging ayam, dan bahan-bahan lain yang dipotong kecil-kecil serta dimasak di hotplate seperti martabak. Makanan ini dinikmati dengan saus khusus dan mayonese. Sedangkan takoyaki ialah makanan berbahan dasar tepung terigu yang dibentuk bulat berisikan gurita, keju, ayam, cumi-cumi, atau udang.
Pilihan turis muslim
Karena di Jepang Islam bukanlah agama mayoritas, makanan yang bersertifikat halal pun masih sangat terbatas. Namun, wisatawan muslim tidak perlu khawatir, karena ada tip sederhana untuk memilih makanan Jepang, sehingga berwisata tetap mengasyikkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/shiti-maghfira_20171219_110841.jpg)