Kementerian Kelautan Kembangkan Produksi Garam Geomembran di Pijay, Ini Harapan Haji Uma

Ia mengharapkan, produksi garam Pijay nanti bisa menjadi produksi garam terbesar di Sumatera yang terintegrasi secara nasional.

Kementerian Kelautan Kembangkan Produksi Garam Geomembran di Pijay, Ini Harapan Haji Uma
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Dirjen Tata Ruang Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Abdul Hadi Syahrul (tiga dari kiri) memberi penjelasan lokasi pengembangan lahan garam halal di Gampong Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, Kamis (28/12/2017). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, PIDIE JAYA - Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma mengatakan, program pengembangan lahan garam pola geomembran atau evaporasi di Pidie Jaya (Pijay) harus didukung semua pihak demi meningkatkan perekonomian masyarakat pinggiran.

"Ini merupakan salah satu pilot projek pemerintah pusat makanya semua masyarakat musti mendukung guna memberdayakan ekonomi," katanya di sela-sela meninjau lokasi pengembangan garam geomembran di Gampong Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Pijay kepada Serambinews.com, Kamis (28/12/2017) .

Ia mengharapkan, produksi garam Pijay nanti bisa menjadi produksi garam terbesar di Sumatera yang terintegrasi secara nasional termasuk lokasi pengembangan garam di Gampong Lapang, Aceh Utara.

Hasil verifikasi ini diharapkan bisa terwujud sesuai dengan usulan yang telah diajukan.

"90 persen dapat terwujud dan kepada masyarakat dapat mendukung karena pengembangan lahan ini dapat menyerap tenaga kerja secara terorganisir," katanya.

(Baca: Kementerian Kelautan dan Perikanan Kembangkan Lahan Produksi Garam Halal di Pijay, Ini Luas Lahannya)

(Baca: Usaha Garam jangan Sampai Karam)

(Baca: Jangan Salahkan UKM Garam Aceh)

Sementera Kepala DKP Pijay, Ir Kamaluddin kepada Serambinews.com mengatakan, dengan adanya produksi garam ini akan terhindar ketergantungan dari pasokan garam luar negeri.

Haji Uma juga mengatakan, setelah beproduksi nant harus segera diundang Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dan MPU PIjay untuk meninjau langsung dan mengeluarkan fatwa hukum akan kehalalan garam tersebut.(*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved