BNN Sita 40 Kg Sabu Asal Penang

Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama BNN Provinsi Aceh, BNN Kota Langsa, dan Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan

BNN Sita 40 Kg  Sabu Asal Penang
SERAMBI/ M Nasir
DEPUTI Pemberantasan BNN pusat, Irjend (Pol) Arman Depari didampingi Kepala BNP Aceh, Brigjend (Pol) Faisal Abdul Naser, Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Ketua DPRK Fadlon, Kepala BNK Aceh Tamiang, AKBP Trisna Sapari, Kepala BNK Kota Langsa, AKBP Navri Yuleni dan Kepla Bea Cukai Aceh, memberi keterangan terkait penggalan penyulupan narkotika jenis sabu - sabu sebanyak 40,23 kilogram di Kantor BNN Aceh Tamiang, Jumat (12/1) SERAMBI/ M Nasir 

KUALASIMPANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat bersama BNN Provinsi Aceh, BNN Kota Langsa, dan Bea Cukai Aceh menggagalkan penyelundupan 40 kg narkotika jenis sabu-sabu asal Pulau Penang, Malaysia ke daratan Aceh, Rabu (10/1).

Selain mengamankan barang bukti sabu-sabu, polisi juga menciduk empat warga Aceh Timur tersangka sindikat narkoba jaringan internasional, yaitu Amri, Junaidi, Ramli, dan Syaifinur.

Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari kepada Serambi, Jumat (12/1) di Kantor BNK Aceh Tamiang mengatakan, beberapa hari belakangan ini, operasi BNN di Aceh bagian timur dan utara masih berjalan. Namun tindakan keras dan tegas yang dilakukan pihaknya belum memperlihatkan hasil maksimal. “Sindikat narkoba masih terus bermain,” kata Arman didampingi Kepala BNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Bupati Aceh Tamiang Mursil, Ketua DPRK Fadlon, Kepala BNK Aceh Tamiang AKBP Trisna Sapari, Kepala BNK Kota Langsa AKBP Navri Yuleni, dan Kepala Bea Cukai Aceh.

Dikatakannya, beberapa hari lalu pihaknya membentuk kembali tim yang dikoordinasikan Kepala BNP Aceh karena sesuai informasi ada pengiriman sabu ke Aceh dari Pulau Penang, Malaysia menggunakan kapal. “Mereka melakukan transaksi di tengah laut di titik kordinat yang sudah ditentukan. Sindikat asal Malaysia bertemu dengan sindikat Indonesia,” ujar Arman.

Namun, lanjut Arman, upaya penyelundupan narkoba jenis sabu yang jumlahnya 40 kg itu berhasil digagalkan. Seluruhnya masih dalam kondisi baik, walaupun dibawa dengan kapal kecil. “Mereka telah mempersiapkan tempat khusus sehingga tidak lembab yang dibungkus mirip bungkusan teh,” ungkap Arman.

Selama ini, lanjut Arman, penyelundupan narkoba hampir 80 persen menggunakan jalur laut. “Ini harus menjadi perhatian kita semua, kita mempunyai unsur lain yang bukan hanya mengamankan hasil laut saja, tetapi harus juga ikut serta mengawasi kejahatan serius terutama penyeludupan narkoba ke Indonesia,” tandasnya.

Sempat ditanam
Selain barang bukti 40 kg sabu-sabu, tim BNN juga menangkap empat tersangka yang diduga jaringan internasional. Barang bukti sabu yang disita itu dibagi dua, yaitu dari tempat disembunyikan dengan cara ditanam di perkarangan rumah sedangkan satu bagian lagi ditemukan di speedboat yang membawa sabu tersebut dari Malaysia.

Dijelaskannya, meski lokasi penemuan narkoba tersebut bukan di Aceh Tamiang namun harus melihat ke depan karena Tamiang juga merupakan satu wilayah yang rawan penyelundupan terutama pada jalur lintas yang harus mendapat perhatian serius. “Ini menjadi warning bagi masyarakat di Tamiang agar jangan sampai daerah ini menjadi sumber narkoba sekaligus mencegah saudara kita tidak terlibat baik sebagai sindikat maupun korban penyalahgunaan narkotika,” demikian Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Pol Arman Depari.(md)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help