Ini Sektor yang Masih Jadi Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng menyampaikan untuk mendukung akselerasi perekonomian Aceh

Ini Sektor yang Masih Jadi Pertumbuhan Ekonomi Aceh

BANDA ACEH - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Sugeng menyampaikan untuk mendukung akselerasi perekonomian Aceh ke depan, konsumsi pemerintah dan investasi diperkirakan masih menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di Aceh pada 2018.

“Konsumsi pemerintah akan didukung oleh pembangunan berbagai proyek infrastruktur seperti kelanjutan pembangunan bendungan kaureto, bendungan rukoh, bendungan tiro, dan pembangunan jalur kereta sehingga menciptakan pembukaan lapangan kerja,” katanya dalam sambutan upacara serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh dari Ahmad Farid ke Zainal Arifin Lubis, yang berlangsung di Ruang Auditorium BI setempat, Senin (15/1).

Zainal Arifin Lubis sebelumnya menjabat Kepala Divisi Departemen Statistik Kantor Pusat BI. Ahmad Farid dipindahtugaskan menjadi Kepala Divisi Departemen Regional III Kantor Pusat BI.

Sugeng menambahkan investasi juga diperkirakan akan meningkat. Peningkatan tersebut ditunjang akselerasi proyek infrastruktur seperti kelanjutan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe, Kawasan Industri Aceh (KIA) di Ladong, dan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo.

“Sementara itu, akselerasi investasi dari pihak swasta selain dari perusahaan perkebunan dan batu bara, investasi juga akan didorong oleh pembangunan yang dilakukan PT Medco dan PT Semen Indonesia,” sebutnya.

BI bekerja sama dengan pemerintah daerah harus memikirkan, dan mengkaji untuk mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru yang tidak hanya bertumpu pada komoditas primer yang harganya sangat berfluktuasi.

Pada kesempatan yang sama Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengharapkan Zainal Arifin yang sudah ditunjuk pimpinan BI sebagai Kepala Perwakilan BI di wilayah Aceh tentu akan dapat melanjutkan, bahkan meningkatkan segala capaian dan keberhasilan yang telah diraih selama ini.

“Oleh karena itu, kami berharap, Bapak Zainal Arifin kiranya dapat meningkatkan harmonisasi antara Perbankan dan Pemerintah Aceh sebagaimana telah berjalan selama ini,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap BI Aceh dapat terus menunjukkan perannya sebagai pusat data dan informasi ekonomi melalui kajian dan survei-suvei yang dilakukannya di lapangan. Disamping itu, BI Aceh juga diharapkan memperkuat koordinasinya dengan Otoritas Jasa Keuangan Aceh dalam rangka mendukung semangat kehati-hatian dan efektivitas ekonomi yang berlangsung di daerah ini.

Kepala Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis kepada wartawan usai serah terima jabatan menyampaikan, ia menginginkan yang tercepat dan kontinue untuk mendorong pemerintah Aceh menjadi lebih baik dengan berbagai dimensi pertumbuhan ekonominya, serta konsisten mengendalikan inflasi sehingga diharapkan dapat membawa kebaikan bagi masyarakat Aceh secara keseluruhan.

“Kami sebagai salah satu instansi bertanggung jawab dan berkewajiban bersama dengan instansi lain di Provinsi Aceh ini untuk mendorong apa yang seharusnya kita lakukan untuk masyarakat Aceh,” demikian Zainal Arifin Lubis. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved