Untung Sangaji Banjir Dukungan

Tindakan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata atau yang akrab disapa Untung Sangaji

Untung Sangaji Banjir Dukungan
KAPOLRES Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata (tengah) foto bersama dengan waria yang diamankan dalam 'Operasi Pekat' di lima salon dalam wilayah Lhoksukon dan Pantonlabu, Sabtu (27/ 1) lalu. Setelah mendapat pembinaan, penampilan waria kembali jadi macho layaknya pria kebanyakan. 

* Keberaniannya Razia Salon Diapresiasi

LHOKSUKON - Tindakan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata atau yang akrab disapa Untung Sangaji dalam memberantas penyakit masyarakat dan membendung perkembangan komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender), dengan merazia lima salon di Lhoksukon dan Kecamatan Tanah Jambo Aye, mendulang dukungan publik.

Berbagai elemen masyarakat mulai aparat desa, dewan, Komite Peralihan Aceh (KPA), senator, puluhan organisasi mahasiswa, pemuda, agama, dan LSM, ramai-ramai mendatangi Markas Polres (Mapolres) Aceh Utara pada Selasa (30/1) sore, untuk menyatakan dukungan secara langsung kepada AKBP Untung Sangaji.

Bahkan, Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH sengaja datang pada Rabu (31/1), untuk menyerahkan rencong berukuran besar kepada Kapolres sebagai bentuk dukungan dan penghargaan karena sudah berani memberantas dugaan praktik LGBT di Aceh Utara.

“Rencong itu kita bawa khusus dari Banda Aceh tadi malam (kemarin malam-red), kemudian pagi tadi kami serahkan ke Kapolres. Ini sebagai bentuk dukungan masyarakat Aceh atas ketegasan Kapolres Aceh Utara dalam memberantas LGBT di Aceh,” ujar Safaruddin kepada Serambi, kemarin. “Rencong merupakan simbol keberanian bagi masyarakat Aceh. Jadi, dengan rencong ini kami memberikan semangat keberanian kepada Kapolres Aceh Utara dalam memberantas LGBT,” tukasnya.

Abdul Rafar, Kaur Umum Samakurok juga menyebutkan hal serupa. “Tindakan Kapolres Aceh Utara yang memberantas praktik LGBT di Aceh Utara patur diapresiasi dan didukung semua pihak. Pemerintah harus berterima kasih kepada kapolres, karena selain merazia, juga melakukan pembinaan sehingga sudah mengurangi pekerjaan pemerintah,” ulasnya.

Tak mau ketinggalan, Wakil Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, H Sudirman alias Haji Uma juga ikut memberi sokongan. “Kita patut berikan apresiasi dan penghargaan kepada salah seorang anak bangsa Untung Sangaji yang melakukan penertiban kepada kaum LGBT di Aceh Utara,” katanya. “Semoga ini menjadi semangat dan harus dilakukan skala nasional,” harapnya.

Wakil Ketua DPRK Aceh Utara, Abdul Muthalib atau biasa disapa Taliban juga menyatakan hal yang sama. “Kami DPRK Aceh Utara mengapresiasi dan mendukung langkah kapolres yang dengan tegas memberantas perilaku LGBT di Aceh Utara,” tukas Taliban.

Dijelaskan dia, perilaku menyerupai lawan jenis itu dilarang dalam Islam. “Masyarakat Aceh yang identik dengan Islam tentu tidak bisa menerima perilaku LGBT ini. Bahkan, Nabi Muhammad SAW mengutuk para pria yang menyerupai wanita, begitu juga sebaliknya. Sebagai lembaga representatif rakyat Aceh Utara, DPRK akan mendorong berbagai pihak, termasuk Pemkab Aceh Utara agar selalu bersinergi dengan Kapolres untuk memberantas perilaku menyimpang tersebut,” tandasnya.

Dari kelompok mahasiswa, dukungan ini disampaikan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Lhokseumawe-Aceh Utara. “Pembinaan dan pemulihan mental waria agar menjadi kembali menjadi laki-laki patut kita apresiasi, sehingga mereka nantinya bisa terhindari dari praktik LGBT,” kata Ketua Umum HMI, Safwandi kepada Serambi. HMI berharap, berbagai elemen masyarakat tidak terpengaruh dengan komentar LSM asing yang ingin memprovokasi dan mengaitkan masalah ini dengan HAM. “Karena LGBT adalah penyakit yang harus segera diobati,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Ahmad Untung Surianata kepada Serambi menjelaskan, tindakan razia itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak baik ke depannya. Apalagi banyak sekali masyarakat yang mengeluh kepada dirinya terkait praktik menyimpang di salon tersebut.

“Nah, yang saya lakukan adalah menyelamatkan mereka dengan membina mereka. Saya akan senang ketika nanti berjumpa mereka perilakunya sudah berubah,” katanya. “Mereka sekarang setelah mendapat pembinaan, sudah menjadi lelaki macho,” ucap dia. “Mohon maaf jika memang menyinggung perasaan orang lain dengan apa yang saya lakukan, tapi keinginan saya adalah untuk membina mereka agar tidak berperilaku menyimpang lagi,” ujar AKBP Untung Sangaji.

Kapolres Aceh Utara juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan secara langsung dan tidak langsung atas upaya yang dia dilakukan terhadap waria. “Kita ingin praktik seperti itu tak terjadi di Aceh Utara,” pungkasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved