Meriahnya Perayaan Maulid Warga Aceh di Negeri Selangor

Ribuan warga Aceh yang bekerja di negeri yang terletak di tengah-tengah Semenanjung Malaysia itu memeriahkan peringatan tahunan tersebut.

Meriahnya Perayaan Maulid Warga Aceh di Negeri Selangor
ist
Persiapan Maulid Nabi di Selangor, Malaysia. 
 
Laporan Said Kamaruzzaman |  Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah kuali besar dijejer di pekarangan masjid. Kaum pria tampak menyeret-nyeret  daging di  paha lembu yang digantung. Mereka tampak telaten memotong daging menjadi berukuran kecil dan diletakkannya di atas sebuah meja panjang beralaskan plastik hitam.
Di ujung sana, ratusan pria berbaris mengantre untuk makan. Nasi, kua beulangong, pisang, dan semangka yang sudah dibelah menghiasi meja. Ada pula sop daging sapi.
Sabtu (27/1/2018) pekan lalu itu, warga asal Aceh dan keturunan Aceh yang berada di Selangor memang sedang memperingati maulid Nabi Muhammad Saw di  Masjid At-Taqwa, Bandar Baru, Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.
Ribuan warga Aceh yang bekerja di negeri yang terletak di  tengah-tengah Semenanjung Malaysia itu memeriahkan peringatan tahunan tersebut. 
Jika memasuki pekarangan masjid ini, mungkin tidak ada yang menyangka berada di luar negeri. 
Semua dalam suasana keacehan, mulai dari bahasa, busana, apalagi masakan yang dihidangkan. 
“Daging yang sedang dipotong itu untuk acara besok. Jadi, ada dua hari peringatan maulid di sini,” kata  Mukhlis kepada Serambinews.com, saat mengantre ambil nasi.   
Anak-anak hingga orangtua memenuhi seluruh pekarangan masjid. Mereka datang dari  Klang, Chaw Kit,  Rawang, dan kawasan terdekat lainnya.
Di depan podium, dua  orang ustaz  mulai memberikan tausiyah. Mereka bicara dalam bahasa Melayu. Sesekali  diiringi tawa yang memecahkan keheningan malam.  Tamu yang hadir bukan hanya warga keturunan Aceh.
Pejabat kerajaan,  polisi, hingga  warga lain yang tertarik dengan peringatan maulid tradisi Aceh ikut hadir.  Mereka mencicipi kuah ngkot sie alias kari daging.
Yang menarik,  semakin larut malam jumlah warga yang datang semakin banyak.  Jika pukul 21.00 waktu setempat  areal pekarangan masih banyak yang  kosong, maka pada pukul 23.00 menjadi penuh sesak. 
“Mata pencaharian hampir semua warga asal Aceh di Malaysia adalah berdagang. Mereka masih buka kedai pada malam hari.  Begitu toko ditutup, langsung ke sini. Makanya semakin larut malam, semakin ramai yang datang,” kata  Munawar, salah seorang pemuda  asal Kecamatan Mila, Pidie, yang sukses berjualan di kawasan Damansara Damai, Selangor.
Ketua  Komunitas Aceh Selangor Saifuddin mengatakan, dalam peringatan maulid kali ini, pihaknya berhasil mendapatkan sumbangan untuk membeli lima lembu dan dua kerbau.
“Kegiatan ini  sudah kita buat selama 30 tahun. Pertama sekali tahun 1988. Di masjid ini sudah 10 tahun,” tandas Saifuddin yang berasal dari Kota Fajar, Aceh Selatan.
Menurut Saifuddin yang juga ketua panitia, kegiatan maulid ini digelar dua hari, Sabtu malam dan Minggu. Jika  pada Sabtu malam diisi kegiatan ceramah agama, esoknya hanya makan  bersama dan bershalawat. 
Sekadar bersilaturahmi  antar saudara seiman dan sesuku.
“Jumlah peserta tidak kurang dari 10.000 orang, seperti juga yang sudah-sudah,” kata Saifuddin.
Warga setempat  pun antusias  dengan kegiatan ini.  Kata Saifuddin, banyak masjid lain yang berharap peringatan maulid dilaksanakan di daerah mereka.
Namun, seperti juga yang sudah berlangsung sejak 30 tahun lalu, pihaknya memilih masjid  At-Taqwa sebagai tempat pelaksanaan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw itu.
Sesi tausiyah sendiri berakhir pada pukul  24.00, sesuai dengan izin yang diperoleh dari kepolisian setempat. 
Ternyata bukan hanya di Selangor. Pada saat yang sama, di Kajang juga digelar acara serupa.  Peringatan di sana pun tidak kurang meriahnya, bahkan disemarakkan oleh grup selawat dan kasidah pula.
“Setiap daerah memang membuat kegiatan maulid, seperti halnya  juga di Aceh,” tutur Tgk Midi yang berasal dari Gampong Blang Mangki, Kecamatan Simpang Tiga,  Pidie. (*)
Penulis: Said Kamaruzzaman
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help