Sabtu, 11 April 2026

Berita Aceh Utara

80 Rapai Pase Meriahkan Penutupan Aceh Perkusi 2025 di Monumen Islam Samudera Pasai

Beragam seni tradisi Aceh itu akhirnya mencapai klimaksnya melalui pertunjukan spektakuler 80 Rapai Pase di bawah komando Syeik

Editor: mufti
FOR SERAMBINEWS.COM
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Malam penutupan Aceh Perkusi 2025 di Monumen Islam Samudera Pasai, Aceh Utara, Minggu (24/8/2025), berlangsung dengan kemeriahan luar biasa. 

Setelah tiga hari penuh digelar sejak 22 Agustus, festival budaya yang menampilkan beragam seni tradisi Aceh itu akhirnya mencapai klimaksnya melalui pertunjukan spektakuler 80 Rapai Pase di bawah komando Syeikh Fauzan.

Tabuhan rapai yang bergema dari puluhan seniman menghadirkan irama yang menggetarkan, menghipnotis ribuan penonton, sekaligus membangkitkan memori kolektif masyarakat tentang semangat spiritual dan historis yang melekat pada alat musik tradisi Aceh tersebut.

Suasana semakin hidup ketika berbagai penampilan seni turut mengisi malam penutupan. Mulai dari tarian Rampoe Aceh, musikalisasi Sultanah Nahrasiyah, Penampilan Musik Garapan Seulawat Pasee (Sanggar Cut Mutia Meuligo - Aceh Utara), Penampilan Tarian Seudati (Sanggar Puja Sera – Lhokseumawe), semuanya berpadu menciptakan harmoni budaya yang sarat makna. 

Juga ikut menampilan Seni dan Budaya Anak Sibok (Simeulu). Bahkan seniman dari Majelis Kebudayaan Johor, Malaysia, ikut menyemarakkan panggung, menjadikan Aceh Perkusi sebagai ruang pertemuan budaya lintas daerah dan lintas negara.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., dalam pidato penutupan menyampaikan pesan mendalam. Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, Aceh Perkusi menjadi benteng kebudayaan yang menanamkan kembali kebanggaan generasi muda terhadap akar tradisinya. 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kecintaan baru terhadap seni budaya Aceh, terjalin diplomasi budaya, promosi pariwisata, interaksi lintas komunitas, sekaligus dorongan bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi UMKM, pengrajin, dan sponsor.

Tabuhan terakhir Rapai Pasee pada malam itu seakan menjadi gema yang menandai penutupan penuh makna. Para penonton larut dalam suasana haru bercampur bangga, menyaksikan bagaimana warisan budaya masa lalu dihidupkan kembali di pelataran monumen bersejarah Samudera Pasai, kerajaan Islam pertama di Nusantara. 

Aceh Perkusi 2025 pun resmi ditutup dengan doa dan syukur, meninggalkan kesan bahwa Aceh adalah daerah yang damai, berbudaya, dan berperadaban.(jaf)

 

Bukan Sekadar Hiburan

WAKIL Bupati Aceh Utara, Tarmizi, SIKom., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesuksesan pelaksanaan Festival Aceh Perkusi 2025

Festival ini bukan hanya sekadar bentuk hiburan, melainkan juga menjadi wadah strategis dalam melestarikan serta memperkuat identitas budaya masyarakat Aceh, khususnya seni perkusi yang kaya nilai historis dan kearifan lokal.

"Festival Aceh Perkusi 2025 merupakan ruang ekspresi budaya yang mempertemukan seniman, masyarakat, dan generasi muda dalam semangat pelestarian budaya. Ini sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya daerah," ujar Tarmizi.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved