SerambiIndonesia/

Puluhan Guru Kontrak Baca Tulis Alquran Awali Demo Dengan Baca Yasin, Tuntut Honor Setahun Dibayar

mereka mempertanyakan sikap Pemkab Aceh Timur, terkait honorarium jatah tahun Januari hingga Desember 2017

Puluhan Guru Kontrak Baca Tulis Alquran Awali Demo Dengan Baca Yasin, Tuntut Honor Setahun Dibayar
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Puluhan guru kontrak Baca Tulis Quran (BTQ) dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Aceh Timur, Rabu (14/2/2018) melakukan unjukrasa secara damai ke Dinas Pendidikan Aceh Timur, dan Kantor DPRK Aceh Timur. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Puluhan guru kontrak Baca Tulis Quran (BTQ) dari sejumlah sekolah dasar (SD) di Aceh Timur melakukan unjukrasa secara damai ke Dinas Pendidikan Aceh Timur, dan Kantor DPRK Aceh Timur, Rabu (14/2/2018).

Mereka datang sambil membawa spanduk, dan kertas yang bertuliskan aspirasi dan tuntutan.

Tiba sekitar pukul 10.00 WIB, para guru mengawali kegiatan dengan membaca surah yasin dan berdoa.

Baca: Larang Main Catur Saat Sedang Rapat di Meunasah, Pria Ini Digorok Pemilik Warung di Aceh Timur

Kemudian, melanjutkan orasi menyampaikan tuntutan.

Saat menyampaikan aspirasi mereka mempertanyakan sikap Pemkab Aceh Timur, terkait honorarium jatah tahun Januari hingga Desember 2017.

Karena belum dibayar sejak mereka dilimpahkan dari Pemprov Aceh ke Aceh Timur, tahun 2017 lalu.

Baca: BREAKING NEWS : Warga Tangkap Buaya Sepanjang 5 Meter Dengan Berat 1 Ton di Aceh Timur, Foto-Fotonya

“Kami dituntut kerja, tapi kenapa hak kami tak dihiraukan? Hari ini semangat kami untuk memperjuangkan Alquran, dengan honor Rp 500 ribu per bulan. Tapi kenapa sampai saat ini tidak ada kejelasan? Kenapa sejumlah kabupaten/kota lain di Aceh bisa dianggarkan di APBKP 2017, kenapa di Aceh Timur tidak bisa,” tanya Tgk Dahlan dalam orasinya yang didukung guru lainnya.

“Kami semua tidak ikhlas jika gaji kami 2017 tidak dibayar. Karena itu, kami harap Pemkab Aceh Timur, dapat membayarnya, jika tidak ada keputusan, maka kami akan menggelar massa lebih besar untuk unjukrasa kembali,” ungkap Tgk Safwandi, Koordinator aksi.

Baca: Saat Bersihkan Kebun, Petani Aceh Timur Terkejut Temukan Benda Sisa Konflik

Kepada Serambi, Tgk Safwandi menjelaskan, mereka telah bekerja dibawah Pemprov Aceh sejak 2009, dan gaji Rp 650 ribu per bulan yang ditransfer di rekening masing-masing.

Untuk diketahui berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, tentang Pelimpahan Wewenang Pengelolaan SMA/SMK dan SLB ke Pemerintah Provinsi, dan TK/SD/SMP/ ke Pemkab/Pemko.

Akhirnya guru BTQ yang sebelumnya honorariumnya ditanggung oleh Pemprov Aceh, dikembalikan ke daerah masing-masing dan menjadi tanggungjawab daerah. (*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help