Bank Sentral Inggris: Bitcoin dan Mata Uang Virtual lainnya Tak Penuhi Standar Mata Uang

Proses ini akan berakhir pada tahun depan dan Inggris resmi berpisah dengan Uni Eropa pada Maret 2019 mendatang.

Bank Sentral Inggris: Bitcoin dan Mata Uang Virtual lainnya Tak Penuhi Standar Mata Uang
thesun.co.uk
Bitcoin 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Bank sentral Inggris Bank of England (BoE) menyatakan mata uang virtual seperti bitcoin dan lainnya telah gagal memenuhi standar sebagai mata uang, yakni sebagai sarana menyimpan nilai maupun alat pembayaran. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BoE Mark Carney.

"(Mata uang virtual) gagal (dalam memenuhi) aspek tradisional mata uang. Ini bukan saraba menyimpan nilai karena tersebar di manapun. Tidak ada yang menggunakannya sebagai alat tukar," kata Carney seperti dikutip dari Reuters, Rabu (21/2/2018).

Meskipun demikian, imbuh Carney, teknologi di balik mata uang virtual terbukti masih dapat digunakan untuk verifikasi transakai keuangan dengan cara desentralisasi.

Baca: Massa Tapol dan Napol Aceh Demo Kantor Badan Reintegrasi Aceh, Ini Tuntutan Mereka

Baca: Tes Pramusim MotoGP 2018 - Marc Marquez dan Dani Pedrosa Puas dengan Hasil Tes di Thailand

Sebagai informasi, teknologi di balik mata uang virtual adalah blockchain, yang dapat digunakan pula untuk transaksi keuangan secara umum.

Selain bicara soal mata uang virtual, Carney juga menyatakan regulator di Inggris memastikan bakal memberikan manfaat bagi lembaga-lembaga keuangan sebelum Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa.

Proses ini akan berakhir pada tahun depan dan Inggris resmi berpisah dengan Uni Eropa pada Maret 2019 mendatang.

Baca: Sudah 28 Artis Ditangkap Terkait Kasus Nakoba, Benarkah Polisi Incar 72 Artis Lagi?

Baca: Jokowi Tak Mau Tanda Tangani UU MD3, Ada Apa di Balik Keengganan Presiden?

Beberapa waktu terakhir, tutur Carney, pergerakan nilai tujar poundsterling sangat dipengaruhi spekaluasi finansial terkait Brexit.

Ia menuturkan, pemerintah Inggris dan Uni Eropa bekerja keras untuk mengamankan kesepakatan-kesepakatan transisional sebelum akhir Maret 2019.

"Semua orang sangat fokus pada itu. Jika 28 pemimpin setuju pada kesepakatan legal, yang menjadi bagian dari perjanjian pemisahan (Inggris dari Uni Eropa), tentunya hal ini akan sangat bagus," ungkap Carney.(Reuters)

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved