Mantan Wakil Gubernur Aceh Minta Masyarakat Aceh Lindungi Ulama

"Jangan sampai kekerasan terhadap ulama terjadi di Aceh. Kita harus melindunginya,"

Mantan Wakil Gubernur Aceh Minta Masyarakat Aceh Lindungi Ulama
IST
Ketua Umum Partai SIRA, Muhammad Nazaar bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di KPU, Jakarta, Minggu (18/2/2018) malam. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Menyusul banyaknya peristiwa kekerasan menimpa ulama di Pulau Jawa, masyarakat Aceh diminta untuk tetap menjaga para ulama dan menghormatinya sebagai pemimpin umat.

"Jangan sampai kekerasan terhadap ulama terjadi di Aceh. Kita harus melindunginya," kata mantan Wagub Aceh, Muhammad Nazar di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Sebagai anggota masyarakat Aceh dan pemimpin partai okal berazaskan Islam yaitu Partai SIRA, Muhammad Nazar menegaskan pihaknya tidak akan membiarkan ulama Aceh diserang seperti yang terjadi di Pulau Jawa.

Baca: Penyerangan Pemuka Agama yang Terjadi, MUI Curiga Ada Pihak yang Merekayasa

"Kami tidak dapat membiarkan ulama itu diserang. Apapun tujuan para pengorganisir penyerang ulama itu, kita di Aceh harus menjaga ulama, harus ikut melindungi mereka," tukas Muhammad Nazar.

Kepada seluruh kader Partai SIRA di seluruh Aceh, Muhammad Nazar menyerukan agar sama-sama menjaga para ulama, mulai jajaran pengurus pusat hingga pengurus gampong

"Ulama itu benteng paling penting dalam menjaga agama dan umat Islam yang sudah membuktikan perannya selama ratusan tahun. Maka masyarakat Aceh, tak terkecuali kader dan anggota Partai SIRA harus rela menjadi benteng yang dapat menghalangi segala tindakan kekerasan terhadap para ulama," seru Nazar.

Baca: Marak Kasus Penyerangan Pemuka Agama, BIN Sebut Kampanye Hitam Jelang Pilpres 2019

"Bahkan jika aparatur berwenang tidak mampu maka umat harus selalu siap menjaga ulama," tambahnya.

Aparat kepolisian dan lembaga berwenang diminta mengusut tuntas penyerangan ulama di berbagai daerah di pulau Jawa dan luar Jawa yang terjadi dalam sebulan terakhir ini.

"Modus menjadi orang gila tetapi menjadi penyerang seperti orang-orang yang waras dan sistimatis terhadap ulama menjadi tanda tanya besar bagi kita. Ada apa ini? Ulama, tanpa salah, lagi beribadah, lagi mengayomi umat kok diserang," tukas Muhammad Nazar. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved