Dana Sertifikasi Jatah  2016 Juga belum Tuntas  

SELAIN kasus dana sertifikasi guru yang sedang diusut Kejari Aceh Timur, ternyata Koalisi Barisan Guru Bersatu

Dana Sertifikasi Jatah  2016 Juga belum Tuntas   
Sejumlah guru Taman Kanal-kanak (TK) di Kabupaten Pidie Jaya, melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan ( Disdik) Kabupaten setempat untuk menyampaikan sikap bahwa pihaknya tidak pernah ada pemotongan dana serta menyatakan pernyataan pihak KOBAR-GB Aceh merupakan fitnah 

SELAIN kasus dana sertifikasi guru yang sedang diusut Kejari Aceh Timur, ternyata Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBAR-GB) Aceh juga pernah mengirim surat ke Polres Aceh Timur yang melaoorkan bahwa dana sertifikasi jatah Desember 2016 belum dibayar oleh Pemkab Aceh Timur.

Pada 12 Desember 2017, KoBAR-GB Aceh mengirim surat Nomor 3228/kobargb/aceh/XII/2017 ke Polres Aceh Timur. KoBAR-GB meminta Polres Aceh Timur untuk menindaklanjuti dugaan penggelapan dana sertifikasi milik 2.500 guru di Aceh Timur jatah Desember 2016 dengan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar dengan asumsi per orang menerima Rp 3 juta.

Surat KoBar-GB Aceh tersebut ditanggapi oleh Pemkab Aceh Timur melalui Sekda M Ikhsan Ahyat melalui surat tertanggal 16 Januari 2018.

Dalam tanggapannya, Pemkab Aceh Timur menjelaskan beberapa alasan sehingga sertifikasi guru jatah Desember 2016 belum dibayar. Berikut alasannya:

1. Berdasarkan hasil rekonsiliasi penyaluran dana sertifikasi guru antara Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI dengan Pemkab Aceh Timur pada 13 September 2017 terdapat sisa dana sertifikasi pada rekening Kas Umum Daerah Pemkab Aceh Timur sebesar Rp 5.416.365.100.00;

2. Kebutuhan dana sertifikasi yang harus dibayarkan untuk bulan Desember 2016 dengan jumlah guru yang telah sertifikasi sebanyak 2.083 orang adalah Rp 7.519.244.700.00, maka terjadi kekurangan dana sebesar Rp 2.102.879.600.00;

3. Bupati Aceh Timur telah menyurati Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Surat Nomor 800/6086/2017 perihal Permohonan Pembayaran Dana Sertifikasi (carry over) Tahun Anggaran 2016 sebesar Rp 7.519.244.700.00;

4. Pada 20 Oktober 2017 Dirjen GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan tiga surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tentang kekurangan bayar (carry over) tahun 2016 secara online melalui SIMTUN Disdik Aceh Timur, sebagai berikut:

a.Surat Keputusan Nomor 0416.0604/C5/CO/T/2017 Tanggal 20 Februari 2017 tentang Penerima Kekurangan Pembayaran Tunjangan Profesi bagi guru PNS Tahun 2016 pada Jenjang Pendidikan Dasar Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh sebesar Rp 6.201.411.660.00;

b.Surat Keputusan Nomor 0417.0604/D5/CO/T/2017 Tanggal 20 Februari 2017 tentang Penerima Kekurangan Bayar Tunjangan Profesi bagi guru PNS Tahun 2016 pada Jenjang Pendidikan Menengah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh  Rp 1.177.416.040.00;

c.Surat Keputusan Nomor 0418.0604/B5/CO/T/2017 Tanggal 20 Februari 2017 tentang Penerima Kekurangan Pembayaran Tunjangan Profesi Bagi guru PNS tahun 2016 pada Jenjang Pendidikan PAUD dan DIKMAS Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

5.Berdasarkan Surat Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor S-137/PK.2/2017 Tanggal 14 November 2017 perihal Penghentian Penyaluran Dana TPG dan Tamsil dan TKG Tahun 2017 untuk Daerah tertentu dan Penyaluran Dana Cadangan (Buffer), direkomendasikan Pemkab Aceh Timur dibutuhkan dana cadangan (buffer).

Sekda Aceh Timur menjelaskan, sisa dana sertifikasi sebesar Rp 5.416.365.100.00 berada dalam rekening kas umum daerah, pembayaran dana sertifikasi untuk bulan Desember 2016 belum dapat dilakukan karena kekurangan dana sebesar Rp 2.102.879.600.00.

“Apabila dana yang tersisa dalam rekening kas umum daerah sebesar Rp 5.416.365.100.00 disalurkan kepada masing-masing penerima pada tahun 2016, dikhawatirkan akan mengakibatkan gejolak bagi sebagian penerima lainnya yang belum dapat dibayarkan. Maka kami menunggu penyaluran dari dana cadangan (buffer) sehingga dapat disalurkan secara keseluruhan,” tulis Sekda Aceh Timur dalam penjelasan tambahannya.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help