Nyak Sandang Ingin Naik Haji

Nyak sandang, pemegang obligasi (surat utang) Seulawah RI-001 tertanggal 9 Oktober 1950 yang ditandatangani Raden

Nyak Sandang Ingin Naik Haji
SERAMBI/M NASIR YUSUF
NYAK Sandang atau juga disapa Ayah Sandang, pemegang obligasi pembelian pesawat Seulawah RI-001, didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh, Zulkifli M Ali, menandatangani honorium sebagai narasumber sebesar Rp 5 juta dari Pemerintah Aceh. Foto direkam di Lamno, Aceh Jaya, Jumat (9/3). SERAMBI/M NASIR YUSUF 

* Pemegang Obligasi Seulawah RI-001 yang Masih Hidup

BANDA ACEH – Nyak sandang, pemegang obligasi (surat utang) Seulawah RI-001 tertanggal 9 Oktober 1950 yang ditandatangani Raden--selaku Wedana Tjalang kala itu, berharap dalam sisa-sisa usianya masih bisa berkesempatan menunaikan ibadah haji.

“Saya tidak pernah menuntut. Tapi, kalau pemerintah mau memberikan fasilitas naik haji, saya siap,” ucap Nyak Sandang menjawab Serambi di sela-sela pertemuan dengan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh, Zulkifli M Ali di kediamannya kawasan Desa Lheut, Lamno, Aceh Jaya, Jumat (9/3) kemarin.

“Sebab, ketika obligasi itu saya beli seharga Rp 100 (seratus Rupiah) pada tahun 1950, kami hanya percaya saja bahwa surat utang itu akan dibayar kembali setelah 50 tahun kemudian,” ungkap Nyak Sandang yang kemungkinan besar menjadi satu-satunya pemegang obligasi Seulawah RI-001 yang masih hidup.

Apalagi, katanya, yang mengajak untuk membeli obligasi tersebut adalah Tgk Muhammad Daud Beureueh (Abu Daud Beureueh). “Karena Beliau seorang ulama dan umara, ya kami patuh saja. Apalagi dana yang terkumpul tersebut terbukti dibelikan pesawat terbang,” jelasnya.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada tanda-tanda pembayarannya, meski dana obligasi itu yang digunakan untuk membeli pesawat Seulawah RI-001 dan kemudian menjadi cikal-bakal lahirnya perusahaan penerbangan Garuda Indonesia saat ini,” ulas pria berusia 91 tahun ini menjawab Serambi kemungkinan adanya hadiah dari pemerintah atau PT Garuda Indonesia bagi pemegang obligasi tersebut.

Lelaki sepuh yang tampak necis dalam usianya yang 91 tahun ini, ketika dikunjungi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh, Zulkifli M Ali, Jumat (9/3) kemarin, mengaku dia berhasil menyelamatkan surat obligasi itu, meski desa dan rumahnya sempat diterjang tsunami pada 26 Desember 2004 silam. “Ini merupakan bukti nyata dukungan dan kecintaan rakyat Aceh untuk kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dispusar Aceh, Zulkifli M Ali atas nama Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengucapkan banyak terima kasih kepada Ayah Sandang atas upayanya menyelamatkan dokumen obligasi yang merupakan bukti otentik kecintaan rakyat Aceh terhadap NKRI.

Namun, Zulkifli yang didampingi staf dan Arsiparis mengharapkan, agar dokumen sepenting itu bisa disimpan di tempat yang aman. “Kalau Ayah Sandang dan keluarga mau menyerahkan, Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh siap untuk menyimpan bukti sejarah pembelian pesawat Seulawah itu di tempat yang aman,” tukasnya.(sir)

Inilah Isi yang Tercatat dalam Obligasi Seulawah RI-001

Tanda penerimaan pendaftaran

Macam hutang: obligasi
Jumlah hutang: seratus rupiah
Nama yang mendaftarkan: Nyak Umar

Tempat tgl: Djaja Ketjamatan Djaja
Lamno: 9-10-1950
Raden
Wedana Kewedanaan Tjalang

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help