Wakaf Baitul Asyi

BPKH Incar Wakaf Aceh di Mekah

Sejak dua hari terakhir masyarakat Aceh dihebohkan dengan rencana Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Keuangan Haji

BPKH Incar Wakaf Aceh di Mekah
SALAH satu bangunan pada tanah wakaf Aceh di Mekkah.

BANDA ACEH - Sejak dua hari terakhir masyarakat Aceh dihebohkan dengan rencana Pemerintah Pusat melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ingin mengelola tanah wakah Aceh di Mekah, Arab Saudi. Beragam tanggapan yang umumnya menentang rencana itu mencuat tajam di ranah publik.

Informasi terkait rencana pengelolaan tanah wakaf Aceh di Mekah berawal dari pertemuan BPKH dengan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/3).

Dalam pertemuan itu BPKH menyampaikan rencana investasi atau pengelolaan tanah wakaf Aceh di Mekah yang berlokasi sekitar 400 meter dari Masjidil Haram.

Koordinator BPKH, Anggito Abimanyu, sebagaimana dilansir sejumlah media nasional menyebutkan, pertemuan dengan Wapres Jusuf Kalla diikuti Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI. Alwi Shihab. Dalam kesempatan itu, Anggito mengatakan, pihaknya juga bertemu dengan beberapa investor Arab Saudi untuk melakukan administrasi, terutama terkait dengan tanah wakaf Aceh.

“Itu dimiliki oleh wakaf Aceh dan sudah ada ikrarnya, ikrar wakafnya sudah ada. Sudah diinvestasikan oleh wakifnya, wakif di Arab Saudi dan itu kita sedang proses negosiasi,” kata Anggito.

Beberapa saat setelah berita itu santer, publik di Aceh langsung bereaksi. Ada yang langsung menganggap bahwa Pemerintah Indonesia memang ingin mengelola tanah wakaf milik Aceh di Mekah. Berbagai komenter dilayangkan dan juga santer diberitakan sejumlah media daring sejak kemarin, termasuk Serambinews.com.

Reaksi pertama yang diterima Serambi disampaikan oleh Pang Ulee Komando Aneuk Muda Alam Peudeung Al-Asyi (Komandan Al-Asyi), Tuanku Warul Waliddin.

Melalui rilisnya kepada Serambi, Sabtu (10/3), Komandan Al-Asyi mengecam rencana yang diusung oleh BPKH. “Jangan lagi dibelokkan sejarah Aceh untuk kepentingan Indonesia yang tentunya sangat mengecewakan rakyat Aceh,” tulis Tuanku Warul Waliddin.

Komandan Al-Asyi menyatakan sikap keberatan atas apa yang telah diusulkan oleh Anggito kepada Wapres Jusuf Kalla. “Sudah sangat banyak pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia, termasuk Aceh sebagai bangsa telah dikerdilkan menjadi sebuah suku hari ini,” ujarnya.

Ia memaparkan, tanah wakaf Aceh di Mekkah itu adalah milik Habib Bugak Al-Asyi, seorang tokoh dan dermawan Aceh di masa lalu. Ia mengatakan, dulu, Habib Bugak Al-Asyi yang setiap tahun melakukan perjalanan ke Tanah Hijaz Mekah untuk mengirimkan donasi Sultan Aceh ke Masjidil Haram.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help