Jika APBA Dipergub, jangan Digugat Lagi

Pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi MEcon, mengharapkan tidak ada aksi gugatan dari anggota DPRA

Jika APBA Dipergub, jangan Digugat Lagi
RUSTAM EFFENDI,Pengamat Ekonomi Aceh 

BANDA ACEH - Pengamat ekonomi Aceh, Rustam Effendi MEcon, mengharapkan tidak ada aksi gugatan dari anggota DPRA jika memang APBA 2018 jadi disahkan melalui mekanisme Peraturan Gubernur (Pergub).

Sebab dikhawatirkan, gugatan itu bisa ikut menghambat realisasi APBA yang pada akhirnya akan berimbas ke masyarakat Aceh. “Kalau gugat lagi, akan panjang waktu, dan yang paling dilukai adalah masyarakat Aceh,” kata Rustam.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber tamu dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (15/3), membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul ‘APBA Dipergubkan Karena Kasihan Rakyat’. Hadir sebagai narasumber internal Sekretaris Redaksi Harian Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, dipandu host Dosi Elfian.

“Hemat saya, hentikan ini (gugat menggugat). Ambil hikmahnya saja. Jadi kalau kita gugat lagi, ini akan panjang lagi, masuk bulan April, bulan Mei, yang sayang siapa? Yang sayang adalah masyarakat Aceh,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah ini.

Apalagi, menurut Rustam, Pergub itu sendiri juga tidak akan maksimal, sebab waktu efektif tersisa hanya sekitar enam bulan. Penggunaan anggaran juga akan lebih berhati-hati, sehingga bisa dipastikan tidak semua anggaran bakal bisa terserap.

Di samping itu, ia juga berharap hubungan baik antara DPRA dengan Gubernur bisa tetap dibina. Suhu politik yang panas dikhawatirkannya bisa mempengaruhi iklim investasi di Aceh. “Bagaimaan kita mengundang investor jika situasi politik panas. Ini persoalan ke depan yang saya khawatirkan,” tambahnya.

Selain itu, Rustam juga menyingung tentang bursa calon kepala SKPA. Ia berharap siapapun yang dipilih oleh Gubernur nanti benar-benar sosok yang memiliki jiwa leadership (kepemimpinan) yang kuat, yang dapat memastikan pelaksanaan proses lelang yang benar dan cepat.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, juga harus segera menyusun dan menetapkan program prioritas. “Lihat persoalan Aceh, masih banyak kemiskinan, sedikit lapangan kerja, dan ekonomi kita masih tumbuh di bawah lima persen. Fokus itu dulu, dan ingat andalan kita adalah pertanian. Jangan abaikan pertanian, pilih unggulannya, pilih yang paling bagus dan aman,” demikian Rustam Effendi.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help